NEWS

Penjelasan Panglima TNI soal Status Siaga 1

Pemberlakuan status siaga 1 dilakukan di sejumlah satuan TNI.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto saat menghadiri upacara perayaan HUT Kostrad ke-65 yang digelar di Lapangan Markas Divisi I Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026). Foto via Legion News
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto saat menghadiri upacara perayaan HUT Kostrad ke-65 yang digelar di Lapangan Markas Divisi I Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026). Foto via Legion News
apakabar.co.id, JAKARTA — Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Agus Subiyanto angkat bicara mengenai status siaga 1. Jenderal bintang empat itu menyatakan hal tersebut sebagai bagian dari mekanisme rutin untuk menguji kesiapan personel dan peralatan.

Agus menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Selasa malam (11/3). Menurut dia, kesiapsiagaan itu terutama berlaku bagi satuan yang tergabung dalam Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam (PRCPB).

“Saya sudah memberlakukan siaga 1, namanya di satuan-satuan PRCPB atau Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam. Jadi tiap Kodam ada satu batalion untuk siaga 1, apalagi di wilayahnya ada bencana alam,” kata Agus.

Ia menjelaskan setiap Komando Daerah Militer (Kodam) memiliki satu batalion yang disiapkan dalam status siaga untuk merespons kemungkinan terjadinya bencana di wilayah masing-masing.
Menurut Agus, langkah tersebut bukan sesuatu yang luar biasa karena merupakan bagian dari prosedur standar untuk memastikan kesiapan satuan.
“Kita menguji kesiapsiagaan personel dan material. Jadi, ini hal yang biasa,” ujarnya.

Saat ditanya apakah status siaga tersebut berkaitan dengan meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, Agus tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. “Oke, terima kasih ya. Ini hal biasalah siaga 1,” katanya singkat.

Terkait konvoi kendaraan taktis yang sempat terlihat di kawasan Monumen Nasional (Monas), Agus mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari simulasi mobilisasi pasukan. Melalui kegiatan itu, TNI menghitung waktu yang dibutuhkan satuan dari berbagai wilayah di sekitar Jakarta untuk bergerak menuju titik tertentu apabila terjadi situasi darurat.

“Misalnya dari wilayah-wilayah itu di wilayah Jakarta, berapa menit kita hitung, sehingga kalau terjadi sesuatu di Jakarta bisa cepat digerakkan,” ujarnya.
Selain itu, Agus menyampaikan kesiapsiagaan personel juga disiapkan untuk membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjaga keamanan menjelang periode cuti bersama dan arus mudik Idul Fitri.

Ia menambahkan status siaga tersebut tidak memiliki batas waktu tertentu. Setelah proses pengecekan kesiapsiagaan personel dan material selesai dilakukan, satuan dapat kembali ke kondisi normal di kesatuannya masing-masing.

Sementara itu, dalam keterangan resmi TNI disebutkan bahwa apel gelar kekuatan pasukan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa, digelar untuk mengecek kesiapsiagaan prajurit dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam menghadapi perkembangan situasi stabilitas nasional.

Kegiatan yang dipimpin Agus itu melibatkan berbagai satuan dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara, serta menampilkan sejumlah kendaraan taktis dan perlengkapan pendukung operasi. Dalam apel tersebut, Panglima TNI bersama para kepala staf angkatan melakukan pengecekan langsung terhadap pasukan dan material yang disiagakan. (ant)