OTOTEKNO
Modus Penipuan Segitiga Mobil Bekas Makin Licin, Begini Cara Kerjanya
apakabar.co.id, JAKARTA – Harga mobil bekas yang jauh lebih murah dari pasaran memang sulit untuk diabaikan, terutama bagi calon pembeli yang sedang mencari kendaraan dengan anggaran terbatas.
Namun, harga miring di platform jual-beli online justru perlu disikapi dengan lebih hati-hati.
Salah satu modus yang patut diwaspadai adalah penipuan segitiga, yang melibatkan penjual mobil sebenarnya, calon pembeli, dan pelaku yang berpura-pura menjadi pihak yang menjembatani transaksi.
Modus seperti ini dapat membuat calon pembeli kehilangan uang, sementara pemilik mobil asli juga berpotensi terseret dalam persoalan transaksi yang tidak pernah dilakukannya.
Menanggapi hal itu, Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000 menjelaskan, modus pelaku penipuan segitiga memanfaatkan celah untuk mengelabui calon pembeli dan penjual.
“Modus ini melibatkan tiga belah pihak, yaitu penjual asli, calon pembeli, dan pelaku penipuan yang seolah-olah bertindak sebagai pembeli sekaligus penjual palsu,” kata Tara, dalam siaran persnya, Rabu (16/9).
Cara Kerja Penipuan Segitiga Mobil Bekas
Modus ini biasanya bermula ketika pelaku mengambil foto dan informasi mobil bekas yang benar-benar sedang dijual seseorang di internet.
Foto tersebut kemudian digunakan kembali untuk membuat iklan baru dengan identitas berbeda.
Agar calon pembeli cepat tertarik, pelaku biasanya menawarkan mobil dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Ketika ada calon pembeli yang menghubungi, pelaku kemudian berusaha membangun kepercayaan dan mendorong calon korban segera melakukan transaksi.
Salah satu cara yang digunakan adalah meminta uang muka atau down payment (DP) dengan alasan sudah ada calon pembeli lain atau kendaraan akan segera diambil orang lain.
Situasi tersebut sengaja diciptakan untuk membuat calon pembeli merasa harus bergerak cepat sebelum mobil tersebut didahului orang lain.
Jika calon pembeli sudah mengirimkan DP, pelaku kemudian dapat melanjutkan aksinya dengan mendekati pemilik mobil yang sebenarnya.
Pelaku bisa mengaku sebagai saudara, perantara atau pihak lain yang berkepentingan membeli kendaraan tersebut.
Pemilik mobil asli kemudian diarahkan untuk mengikuti skenario yang dibuat pelaku dan tidak banyak berkomunikasi langsung dengan calon pembeli.
Pada tahap tertentu, pelaku bahkan dapat meminta calon pembeli membayar seluruh harga kendaraan.
Masalah baru muncul ketika pembeli hendak mengambil mobil dan mengetahui bahwa kendaraan tersebut sebenarnya bukan milik pihak yang bertransaksi dengannya.
Uang sudah berpindah tangan, sementara mobil berada di tangan pemilik sebenarnya.
Dalam kondisi seperti ini, calon pembeli menjadi pihak yang sangat rentan mengalami kerugian finansial.
Jangan Hanya Periksa Kondisi Mobil
Selain memastikan identitas penjual, calon pembeli mobil bekas juga perlu mengetahui kondisi kendaraan yang akan dibeli.
Sebab, persoalan mobil bekas bukan hanya berkaitan dengan potensi penipuan transaksi, tetapi juga risiko mendapatkan kendaraan yang kondisinya tidak sesuai dengan informasi dalam iklan.
Pemeriksaan secara menyeluruh menjadi penting sebelum transaksi dilakukan.
Salah satu layanan yang dapat dimanfaatkan adalah THS Inspector, bagian dari layanan THS – Auto2000 Home Service.
Layanan tersebut menyediakan pemeriksaan mobil bekas oleh teknisi Auto2000 yang berpengalaman.
Pemeriksaan mencakup sekitar 177 item pada berbagai bagian kendaraan, mulai dari eksterior, interior, mesin dan transmisi hingga pengecekan dokumen penting kendaraan.
Proses pemeriksaan tersebut dilakukan sekitar 90 menit sejak kendaraan diperiksa oleh teknisi THS.
Dengan adanya pihak ketiga yang melakukan pemeriksaan kendaraan secara profesional, penjual dan calon pembeli memiliki referensi yang lebih jelas mengenai kondisi mobil sebelum transaksi dilakukan.
THS Inspector juga membagi pemeriksaan berdasarkan jenis dan ukuran kendaraan Toyota, seperti LCGC, hatchback, SUV, MPV dan model lainnya.
Tersedia pula pemeriksaan Old Models untuk kendaraan Toyota yang sudah tidak lagi diproduksi di Indonesia.
Bukan Cuma Pembeli, Penjual Juga Perlu Waspada
Modus penipuan segitiga sebenarnya tidak hanya merugikan calon pembeli.
Pemilik mobil asli juga dapat terseret karena identitas dan kendaraannya digunakan pelaku sebagai bagian dari skenario penipuan.
Karena itu, penjual sebaiknya tidak menyerahkan kendaraan maupun dokumen penting sebelum memastikan identitas dan sumber pembayaran dari pihak yang bertransaksi.
Komunikasi langsung antara penjual dan calon pembeli juga penting untuk menghindari informasi yang sengaja diputus atau dimanipulasi oleh pihak ketiga.
Pemeriksaan kendaraan secara terbuka juga dapat membantu menciptakan transparansi antara kedua pihak.
Bagi showroom atau pengusaha mobil bekas, pemeriksaan oleh teknisi independen dari jaringan layanan resmi juga dapat menjadi nilai tambah karena calon pembeli mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai kondisi kendaraan.
“Sejalan inisiatif Life is Easy with Auto2000 yang Dekat, Nyaman, dan Lengkap, kami menghadirkan layanan THS Inspector untuk membantu jual-beli mobil bekas,” ungkap Tara.
Pada akhirnya, tawaran mobil bekas dengan harga terlalu murah sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai kesempatan emas.
Harga yang tidak wajar, permintaan transfer DP secara tergesa-gesa, identitas penjual yang tidak jelas, hingga komunikasi yang selalu dilakukan melalui perantara merupakan sejumlah hal yang patut dicermati sebelum uang berpindah tangan.
Dalam transaksi mobil bekas, terburu-buru justru bisa menjadi celah terbesar bagi pelaku penipuan.
Karena itu, selain mengecek kondisi kendaraan, pastikan identitas pihak yang bertransaksi, dokumen kendaraan, lokasi mobil, serta alur pembayaran benar-benar jelas sebelum melakukan pembayaran.
Editor:
DENNY FIRMANSYAH
DENNY FIRMANSYAH