NEWS

Pesut Legendaris Mahakam Ditemukan Tak Bernyawa

Kabar duka datang dari Mahakam. Satwa langka penghuni sungai terbesar kedua di Kalimantan itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Lion, usai berhasil dievakuasi oleh masyarakat, relawan dan tim dari RASI. Foto via RASI
Lion, usai berhasil dievakuasi oleh masyarakat, relawan dan tim dari RASI. Foto via RASI
apakabar.co.id, JAKARTA - “Lion”, pesut Mahakam jantan yang telah dipantau sejak 1999, ditemukan mati di perairan Kutai Kartanegara. Kematian ini kian menguatirkan mengingat terus menyusutnya populasi satwa langka tersebut. 

Lion ditemukan mati mengapung, tepatnya di wilayah Kampung Baru, Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, pada Selasa (5/5/2026). Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan Yayasan RASI (Rare Aquatic Species of Indonesia), Kamis (6/5/2026).
Lion bukanlah pesut biasa. Berdasarkan data Yayasan RASI, individu ini telah dipantau melalui studi foto identifikasi sejak 1999 dan menjadi salah satu pesut yang cukup lama teridentifikasi di ekosistem Sungai Mahakam.

Bangkai mamalia air tawar itu pertama kali ditemukan warga setempat sebelum akhirnya dievakuasi tim gabungan yang terdiri dari Yayasan RASI, BPK Pontianak, Pokdarwis Pela, dan PDHI Samarinda.

Dalam proses evakuasi, tim melakukan pengukuran, penimbangan, hingga nekropsi sebelum satwa tersebut dikuburkan. Dari hasil pemeriksaan fisik, Lion memiliki panjang tubuh 2,35 meter dengan bobot mencapai 152 kilogram.

Tim juga menemukan indikasi usia tua pada tubuh pesut tersebut. Gigi Lion diketahui sudah cukup usang dan sebagian telah tanggal. “Lion sudah lama sekali menjadi bagian dari ekosistem Sungai Mahakam. Namun hingga saat ini penyebab pasti kematiannya belum dapat dipastikan,” tulis keterangan resmi Yayasan RASI.
Meski nekropsi telah dilakukan, tim masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel organ tubuh untuk memastikan penyebab kematian secara medis. Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) merupakan satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor 106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Meminjam data Yayasan RASI, populasi pesut Mahakam pada 2025 diperkirakan tinggal sekitar 60 ekor. Populasi tersebut terus terancam akibat jerat jaring nelayan, lalu lintas tongkang, hingga pencemaran logam berat di perairan Sungai Mahakam.