LIFESTYLE
Budi Luhur University Perkuat Kolaborasi Pendidikan Internasional
apakabar.co.id, JAKARTA - Universitas Budi Luhur (UBL) yang kini tengah bertransformasi menjadi Budi Luhur University terus menunjukkan komitmennya untuk membawa pendidikan tinggi Indonesia ke panggung internasional melalui strategi globalisasi pendidikan yang terintegrasi.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Rektor Budi Luhur University, Agus Setyo Budi, pada konferensi pers bertajuk “Budi Luhur University Go Global: Local Roots, Global Impact” yang digelar di Jakarta, Kamis (5/3).
Selain itu, Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro, Ketua Badan Pengurus Harian Yayasan Julian Bongsoikrama, serta jajaran pimpinan akademik universitas juga turut hadir di acara tersebut.
Menurut Agus, universitas memiliki peran penting tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai ekosistem yang membentuk karakter, kemampuan akademik, serta kompetensi global mahasiswa.
“Universitas bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, kemampuan akademik, dan kompetensi global. Kolaborasi dengan universitas internasional menjadi kunci untuk mewujudkan visi tersebut,” ujarnya.
Sebagai bagian dari strategi globalisasi pendidikan, Budi Luhur University memperluas program student mobility dan pertukaran mahasiswa dengan berbagai perguruan tinggi di luar negeri.
Beberapa mitra strategis universitas tersebut antara lain Meiji University, Kanda Institute of Foreign Languages, dan Chiba Institute of Science di Jepang, serta Anadolu University di Turki. Selain itu, universitas juga membuka program kerja sama pendidikan dengan institusi di Korea Selatan dan Taiwan.
Melalui program tersebut, mahasiswa memiliki kesempatan mengikuti perkuliahan internasional, praktik laboratorium, magang profesional, hingga penelitian kolaboratif bersama mahasiswa dan dosen dari berbagai negara.
Salah seorang mahasiswa Teknik Informatika yang mengikuti program di Jepang mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut memberikan perspektif baru dalam proses belajar.
“Saya belajar langsung dari dosen internasional dan bekerja dalam tim multikultural. Pengalaman ini membuka cara berpikir baru dan meningkatkan kemampuan adaptasi kami untuk menghadapi persaingan global,” ujarnya.
Program pertukaran mahasiswa tersebut juga memungkinkan mahasiswa memperluas jejaring internasional serta memahami standar pendidikan global yang semakin kompetitif.
Selain memperluas kerja sama internasional, Budi Luhur University juga menerapkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada seluruh program studi.
Kurikulum ini dikombinasikan dengan berbagai sertifikasi profesional berskala nasional dan internasional, sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai teori akademik tetapi juga memiliki kompetensi praktis yang relevan dengan kebutuhan industri global.
Sertifikasi tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari teknologi informasi, manajemen bisnis, hingga penelitian ilmiah.
Dengan pendekatan tersebut, lulusan diharapkan memiliki daya saing tinggi di pasar kerja internasional sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan industri yang dinamis.
UBL juga aktif mendorong mahasiswa dan dosen untuk meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi tersebut mencakup berbagai bidang seperti kompetisi sains dan teknologi, lomba inovasi, penelitian kolaboratif, publikasi jurnal internasional, hingga kompetisi seni dan olahraga.
Salah satu contoh prestasi yang diraih adalah mahasiswa Program Studi Sistem Informasi yang berhasil menjuarai kompetisi inovasi teknologi di Jepang. Selain itu, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis juga mempresentasikan penelitian kolaboratif dalam konferensi internasional di Turki.
Prestasi-prestasi tersebut dinilai mampu memperkuat reputasi universitas serta membuka peluang karier global bagi lulusan.
Dalam pengembangan pendidikan, Budi Luhur University menekankan filosofi “Membangun Generasi Cerdas Berbudi Luhur.”
Filosofi ini diwujudkan melalui empat pilar utama pendidikan, yaitu kecerdasan akademik, karakter luhur, daya saing global, serta kolaborasi dan inovasi.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga nilai integritas, etika, serta kepedulian sosial yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan profesional.
Menurut Agus, lulusan masa depan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik yang unggul, tetapi juga karakter kuat serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan global. “Globalisasi pendidikan memberikan wawasan internasional kepada mahasiswa, namun tetap menjaga identitas lokal sebagai kekuatan utama,” jelasnya.
Dalam pengembangan jangka panjang, Budi Luhur University telah menyusun roadmap globalisasi pendidikan yang berlangsung secara bertahap. Tahap pertama, periode 2002–2024, difokuskan pada penguatan fondasi akademik dan internasionalisasi di tingkat nasional.
Selanjutnya, pada periode 2026–2029, universitas menargetkan ekspansi global melalui peningkatan kerja sama internasional dan program mobilitas mahasiswa. Pada tahap berikutnya, yakni 2030–2055, universitas menargetkan diri menjadi universitas riset dan pengabdian masyarakat dengan standar global.
Sementara itu, setelah 2055, Budi Luhur University menargetkan menjadi institusi pendidikan tinggi yang memiliki dampak global berkelanjutan. Selain program internasionalisasi, universitas juga menyediakan berbagai skema beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari seluruh Indonesia.
Beasiswa tersebut meliputi beasiswa akademik, beasiswa atlet dan non-akademik, beasiswa Nusantara, serta beasiswa ranking bagi siswa dengan prestasi tinggi di sekolah.
Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas sekaligus mendukung mahasiswa berprestasi agar dapat berkembang secara optimal.
Dengan berbagai program tersebut, Budi Luhur University berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kemampuan global.
“Visi kami adalah menciptakan generasi lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berbudi luhur. Mereka diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan yang mengintegrasikan nilai lokal dengan tantangan global,” kata Agus Setyo Budi.
Ia menegaskan bahwa globalisasi pendidikan bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan melalui program akademik, penelitian, serta kolaborasi internasional yang nyata.
“Budi Luhur University berkomitmen menjadi universitas yang tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga diakui di kancah internasional. Kami ingin dunia mengenal kualitas pendidikan Indonesia melalui lulusan UBL,” tutupnya.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

