EKBIS

Transaksi Furnitur di IFEX 2026 Tembus Rp5 Triliun

Suasana pameran International Furniture Expo (IFEX) 2026 di Tangerang, Banten, Jumat (6/3/2026). Foto: HIMKI
Suasana pameran International Furniture Expo (IFEX) 2026 di Tangerang, Banten, Jumat (6/3/2026). Foto: HIMKI
apakabar.co.id, JAKARTA - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mencatat nilai transaksi produk furnitur buatan industri domestik di ajang Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 mencapai 300 juta dolar AS.

Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur menyatakan capaian ini menunjukkan tingginya minat pasar global terhadap produk furnitur dan kerajinan asal Indonesia. Selama penyelenggaraan pameran di BSD Tangerang, Banten, 5-8 Maret tersebut, pihaknya mencatat jumlah kehadiran buyers international dan pengunjung sebanyak 13.437 orang, yang berhasil mendapatkan penjualan hingga 300 juta dolar AS atau sekitar Rp5 triliun.

‎“IFEX terus berkembang menjadi platform bisnis global yang mempertemukan produsen furnitur Indonesia dengan buyers internasional. Antusiasme pengunjung dan capaian transaksi tahun ini menunjukkan bahwa furnitur Indonesia memiliki daya saing kuat di pasar global,” ujar Sobur Dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, RabU (11/3).

Menurutnya, IFEX tidak hanya menjadi ajang transaksi dagang, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi industri furnitur dan kerajinan nasional.
Melalui pameran ini, produsen lokal mulai dari perusahaan besar hingga pelaku usaha kecil dan menengah memperoleh kesempatan memperluas jaringan bisnis, meningkatkan ekspor, serta memperkenalkan kekayaan desain dan craftsmanship Indonesia ke pasar dunia.‎

Selain mendorong pertumbuhan industri furnitur, penyelenggaraan IFEX juga memberikan efek berganda bagi sektor lain seperti logistik, perhotelan, dan transportasi.

Ia mengungkapkan, China tercatat sebagai negara dengan jumlah buyers terbanyak yang hadir pada IFEX 2026. Selanjutnya diikuti oleh Uni Eropa, Australia, Amerika Serikat, India, Singapura, Jepang, dan Malaysia. Secara keseluruhan terdapat buyers dari 86 negara yang berpartisipasi dalam pameran tersebut.

Selain pasar ekspor, minat dari pasar domestik juga menunjukkan tren positif pada penyelenggaraan IFEX tahun ini. Sejumlah exhibitor melaporkan telah memperoleh kesepakatan untuk berbagai proyek lokal, khususnya di sektor properti seperti hunian sewa jangka pendek dan konsep akomodasi sejenis.
Produk furnitur berbahan material alami seperti batu, kayu solid, dan serat menjadi salah satu yang paling diminati. Tren ini sejalan dengan meningkatnya preferensi pemilik properti terhadap konsep wellness living yang menghadirkan suasana hunian yang nyaman, tenang, dan dekat dengan alam.‎

Ke depan, asosiasi industri kerajinan ini berkomitmen terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan IFEX agar semakin sejajar dengan berbagai pameran furnitur dunia lainnya.

‎“Kami percaya ke depan industri masih akan terus bertumbuh. Jadi masih banyak peluang yang bisa kita kejar untuk meningkatkan nilai ekspor. Hal ini tentu dibarengi dengan peningkatan kualitas produk dari segi desain, sustainability, marketing, dan lain-lain. Dan yang paling penting adalah upaya promosi melalui pameran seperti IFEX yang semakin banyak dicari oleh buyers internasional,” kata Sobur.