SPORT
Luthfi/Dian Rebut Gelar Juara Dunia Junior 2026
apakabar.co.id, apakabar.co.id - Pasangan ganda campuran Indonesia, Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti, sukses merebut gelar juara BWF World Junior Championships 2026. Mereka menaklukkan wakil China, Feng Yi Lang/Li Meng Han, dalam pertarungan sengit tiga gim pada partai final di Kairo, Mesir, Sabtu (17/10).
Luthfi/Dian yang menempati unggulan ke-23 menang dengan skor 17-15, 8-15, 16-14 atas pasangan China unggulan ke-29. Kemenangan tersebut diraih melalui perjuangan ketat, terutama pada gim penentuan ketika wakil Merah Putih harus berjuang mengejar ketertinggalan.
Luthfi mengakui situasi pada gim ketiga sempat tidak menguntungkan. Namun, ia berusaha menjaga keyakinan dirinya dan Dian agar tetap percaya bisa membalikkan keadaan.
“Di gim ketiga dari awal sudah ketinggalan, tapi saya berusaha meyakinkan diri saya dulu dengan Dian. Walaupun kami memang ketinggalan, tapi masih bisa,” ujar Luthfi.
Ia mengungkapkan tetap memiliki keyakinan ketika pertandingan memasuki poin-poin krusial. Luthfi berusaha menjaga fokus dengan menjalani pertandingan satu poin demi satu poin hingga akhirnya mereka mampu mengunci kemenangan.
Mentalitas pantang menyerah menjadi salah satu kunci keberhasilan pasangan Indonesia tersebut. Di tengah tekanan final, pasangan binaan PB Djarum ini mampu mempertahankan perjuangan hingga memastikan gelar juara dunia junior.
Dian mengakui pertandingan tidak berjalan mudah, terutama setelah mereka kehilangan gim kedua. Menurutnya, pasangan China mulai membaca pola permainan yang digunakan pada gim pertama sehingga membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan.
“Kalau di gim kedua itu mungkin karena lawan sudah menebak pola-pola kami di gim pertama. Jadi, mereka sudah tahu dan kami malah jadi goyah,” kata Dian.
Tekanan semakin terasa ketika pertandingan memasuki momen-momen kritis pada gim ketiga. Dian mengaku sempat diliputi ketegangan, tetapi dukungan pelatih dan Luthfi membantunya kembali percaya diri untuk terus berjuang.
“Saat tertinggal di poin kritis, saya sudah sangat tegang. Tapi, pelatih dan Luthfi terus menyemangati dan meyakinkan saya. Saya akhirnya bisa terus mencoba dan berhasil,” tuturnya.
Gelar juara dunia junior ini terasa istimewa bagi Luthfi. Ia secara khusus mempersembahkan keberhasilan tersebut kepada tim pelatih yang telah mempersiapkan mereka dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar dua hingga tiga pekan.
“Gelar ini terutama untuk pelatih kami karena dengan persiapan hanya dua sampai tiga minggu, kami bisa mengambil gelar juara,” ujar Luthfi.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

