LINGKUNGAN HIDUP
Langit Berau Pantau Derawan, 913 Penyu Terdeteksi
Dari udara, tim konservasi memetakan habitat penyu di pesisir Berau dan menemukan ratusan penyu di kawasan konservasi.
apakabar.co.id, SAMARINDA - Di atas perairan Kepulauan Derawan, pesawat nirawak kini ikut menjaga kehidupan laut. Dari udara, tim konservasi memetakan habitat penyu di pesisir Berau dan menemukan ratusan penyu di kawasan konservasi.
Pemantauan udara itu dilakukan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Pontianak bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara, melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur serta kelompok masyarakat pegiat konservasi di Berau.
Fokus pemantauan dilakukan di kawasan konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Derawan dan perairan sekitarnya, wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu habitat penting penyu di Kalimantan Timur.
Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak-KKP, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, mengatakan penggunaan drone membuat pemantauan di kawasan laut menjadi lebih efisien sekaligus lebih detail.
“Pemanfaatan teknologi pesawat nirawak membantu menghasilkan data yang lebih akurat dan efisien untuk mendukung pengelolaan kawasan konservasi,” kata Syarif di Berau, Minggu (25/5).
Lewat survei udara itu, tim berhasil memetakan habitat penyu di 12 titik berbeda. Dari citra udara beresolusi tinggi, peneliti bisa mengidentifikasi penyu secara visual di area perairan dangkal, padang lamun hingga kawasan terumbu karang yang sebelumnya cukup sulit dijangkau lewat pemantauan biasa.
Hasilnya cukup menarik. Dalam pemantauan tersebut, tim mencatat sedikitnya 913 individu penyu terdeteksi di kawasan konservasi pesisir Kepulauan Derawan.
Citra yang dihasilkan drone juga memiliki tingkat ketelitian tinggi, dengan resolusi spasial sekitar 1,5 hingga 5 sentimeter. Detail itu membantu tim membedakan penyu dengan objek lain di permukaan laut secara lebih akurat.
Bagi tim konservasi, data semacam itu penting bukan hanya untuk pendataan, tetapi juga untuk menentukan langkah perlindungan kawasan ke depan.
Manajer Senior Perlindungan Laut Yayasan Konservasi Alam Nusantara Yusuf Fajariyanto mengatakan konservasi di Berau tak bisa hanya bergantung pada pemerintah atau lembaga.
Menurut dia, masyarakat pesisir punya peran yang sama penting karena hidup berdampingan langsung dengan habitat penyu.
“Temuan sebanyak 913 individu penyu di kawasan ini memperlihatkan bahwa wilayah Berau merupakan habitat penting yang perlu terus dijaga bersama,” ujarnya. (ant)
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

