EKBIS
Bandara Soetta Layani 39 Juta Penumpang hingga September 2026
apakabar.co.id, JAKARTA - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, telah melayani sebanyak 39.287.952 orang penumpang sepanjang periode Januari hingga September 2026.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi mengatakan bahwa capaian angka tersebut turut ditopang pertumbuhan lalu lintas udara mencapai 268.200 pergerakan pesawat yang terlayani.
"Sejalan dengan pertumbuhan penumpang, pergerakan pesawat pada kuartal III/2026 juga meningkat 6,42 persen menjadi 90.476 pergerakan, dari sebelumnya 85.014 pergerakan di kuartal II/2026," katanya di Tangerang, seperti dilansir Antara, Rabu (21/10).
Ia mengatakan, berdasarkan pengelolaan data kinerja operasional kuartal III/2026 tercatat adanya lonjakan signifikan terhadap jumlah penumpang pada periode itu yang mencapai 13.391.354 orang atau tumbuh 7,96 persen dibandingkan kuartal II/2026 yang tercatat 12.404.177 orang.
Heru merinci, dari total 39,28 juta penumpang sepanjang Januari–September, sebanyak 26,40 juta orang merupakan penumpang rute domestik dan 12,88 juta orang merupakan penumpang rute internasional.
"Saat ini, Bandara Soekarno-Hatta melayani aktivitas penerbangan dari 75 maskapai yang menghubungkan para pengguna jasa ke 81 destinasi domestik serta 149 destinasi internasional," katanya.
Menurut dia, tingginya aktivitas penerbangan di Bandara Soetta menjadi dorongan bagi manajemen untuk terus memperkuat kualitas pelayanan secara berkelanjutan melalui strategi transformasi terpadu.
"Bagi kami, pengalaman penumpang tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga oleh kesiapan petugas dan kemudahan proses perjalanan. Seluruh aspek tersebut terus kami kembangkan secara terpadu agar setiap penumpang dapat melintas dengan lebih nyaman, mudah, dan efisien," paparnya.
Dia juga menjelaskan, fokus transformasi Bandara Soekarno-Hatta bertumpu pada tiga aspek utama, yakni Premises (infrastruktur), People (Sumber Daya Manusia), dan Process (proses layanan), dengan dukungan teknologi sebagai akselerator (enabler).
Di mana, pada aspek Premises, revitalisasi Terminal 1A saat ini masih terus berjalan guna mendongkrak kapasitas tampung dari 5,7 juta menjadi 10 juta penumpang per tahun.
"Di saat bersamaan, penataan (beautification) Terminal 3 dilakukan melalui peremajaan area check-in, boarding lounge, penambahan kapasitas tempat duduk di boarding gate, perbaikan toilet, hingga penyempurnaan fasilitas umum," ungkapnya.
Sementara pada aspek digitalisasi layanan (Process), pihak pengelola terus memperluas ruang peningkatan efisiensi perjalanan melalui implementasi self bag drop, bag tracking, sistem keberangkatan berbasis biometrik, hingga digital wayfinding yang terintegrasi langsung dalam aplikasi ponsel pintar.
Di sisi lain, penguatan kompetensi petugas di lapangan (People) turut diperketat guna menjamin standar pelayanan prima yang berorientasi penuh pada kebutuhan para pengguna jasa penerbangan.
"Transformasi bandara harus memberikan manfaat nyata. Kami ingin fasilitas yang semakin baik, petugas yang semakin siap, dan proses perjalanan yang semakin mudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," tutur dia.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

