LIFESTYLE

Event Pariwisata Kian Diminati, Momen Kemerdekaan Dorong Lonjakan Perjalanan Wisata

Berbagai konser musik, ajang olahraga internasional, festival budaya, hingga pameran berskala besar kini tidak lagi sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi alasan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan ke berbagai daerah.
Traveloka menghadirkan 8.8 Merdeka Sale untuk mendukung lebih banyak perjalanan selama bulan Kemerdekaan. Foto: Istimewa untuk apakabar.co.id
Traveloka menghadirkan 8.8 Merdeka Sale untuk mendukung lebih banyak perjalanan selama bulan Kemerdekaan. Foto: Istimewa untuk apakabar.co.id
apakabar.co.id, JAKARTA - Pariwisata berbasis acara atau event tourism semakin menunjukkan peran penting dalam menggerakkan industri pariwisata Indonesia. Berbagai konser musik, ajang olahraga internasional, festival budaya, hingga pameran berskala besar kini tidak lagi sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi alasan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan ke berbagai daerah.

Fenomena tersebut semakin terlihat sepanjang 2026. Minat masyarakat untuk bepergian demi menghadiri sebuah acara terus meningkat, baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Tren ini sekaligus memperlihatkan bahwa penyelenggaraan berbagai event mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi daerah tujuan wisata.

Pemerintah pun terus memperkuat sektor ini melalui berbagai program, salah satunya Karisma Event Nusantara (KEN), yang menghadirkan rangkaian festival budaya dan kegiatan unggulan di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan event nasional maupun internasional yang dinilai mampu menarik lebih banyak wisatawan.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, penyelenggaraan event sepanjang semester pertama 2026 menghasilkan estimasi perputaran ekonomi sekitar Rp858 miliar. Nilai tersebut berasal dari berbagai kegiatan yang masuk dalam program KEN serta event nasional dan internasional yang didukung pemerintah. 

Angka itu menunjukkan bahwa pariwisata berbasis acara semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro di sekitar lokasi penyelenggaraan.

Temuan terbaru dari platform perjalanan Traveloka juga menunjukkan pola yang serupa. Berbagai event besar terbukti mampu meningkatkan mobilitas wisatawan secara signifikan.

Salah satu contoh paling menonjol adalah penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Ajang balap motor kelas dunia tersebut mendorong kenaikan perjalanan wisatawan domestik hingga 49 persen. 

Tidak hanya itu, event tersebut juga berhasil menarik lebih banyak wisatawan dari negara-negara Asia Tenggara. Jumlah wisatawan asal Singapura dan Thailand masing-masing meningkat 61 persen, sedangkan wisatawan dari Vietnam naik sekitar 30 persen.

Efek serupa juga terlihat pada penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). Pameran otomotif terbesar di Indonesia itu mampu meningkatkan permintaan perjalanan dari Singapura hingga 162 persen. Data ini menunjukkan bahwa pameran industri pun memiliki daya tarik yang besar bagi wisatawan regional.

Sementara itu, sektor hiburan juga menjadi magnet baru bagi industri pariwisata. Berbagai konser musisi internasional yang digelar di Jakarta berhasil menarik wisatawan dari berbagai negara. Salah satu temuan yang cukup menarik adalah meningkatnya perjalanan wisatawan asal Vietnam hingga 336 persen saat sejumlah konser internasional berlangsung.

Tidak hanya wisatawan asing, antusiasme masyarakat Indonesia juga terus meningkat. Menjelang akhir tahun, berbagai konser musik yang digelar pada 26-27 Desember bahkan menghasilkan tingkat okupansi perjalanan hingga 129 persen dibandingkan Hari Natal pada 25 Desember. 

Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa masyarakat kini semakin rela melakukan perjalanan khusus untuk menikmati pertunjukan musik favorit mereka.

Perubahan pola perjalanan ini memperlihatkan bahwa wisata tidak lagi hanya berfokus pada destinasi alam atau tempat bersejarah. Kini, pengalaman menghadiri sebuah acara menjadi bagian penting dari alasan seseorang melakukan perjalanan. Kombinasi antara hiburan, budaya, olahraga, dan pengalaman lokal menjadi daya tarik yang semakin dicari wisatawan.

Meningkatnya jumlah wisatawan dari kawasan Asia Tenggara juga memperlihatkan bahwa Indonesia semakin dikenal sebagai destinasi yang mampu menyelenggarakan event berskala internasional. 

Selain menikmati acara utama, para wisatawan biasanya juga memanfaatkan kesempatan untuk mengunjungi berbagai objek wisata, mencicipi kuliner khas daerah, hingga berbelanja produk lokal. Dampak ekonomi yang dihasilkan pun menjadi lebih luas karena melibatkan berbagai sektor usaha.

Memasuki bulan Agustus yang identik dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, antusiasme masyarakat untuk bepergian diperkirakan akan semakin meningkat. Momentum liburan, berbagai festival daerah, serta sejumlah kegiatan peringatan kemerdekaan menjadi peluang bagi industri pariwisata untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Melihat tren tersebut, Traveloka menghadirkan program promosi bertajuk 8.8 Merdeka Sale yang berlangsung mulai 3 hingga 23 Agustus 2026. Program tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin merencanakan perjalanan ke berbagai destinasi di Indonesia maupun negara-negara Asia Tenggara.

Melalui program tersebut, pelanggan dapat memperoleh berbagai penawaran menarik, mulai dari cashback tiket pesawat hingga Rp1,7 juta, diskon hotel sampai 45 persen, serta potongan harga untuk berbagai aktivitas wisata atau Xperience hingga 45 persen. 

Selain itu, tersedia pula diskon bus dan kereta hingga Rp88 ribu, kupon bank senilai Rp8 juta, serta berbagai promo khusus bagi pengguna layanan pembayaran TPayLater.

Beragam penawaran tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat memanfaatkan momentum libur Agustus untuk berwisata. Di sisi lain, meningkatnya mobilitas wisatawan juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha pariwisata, mulai dari hotel, restoran, operator transportasi, hingga pelaku usaha mikro di berbagai daerah.

Dengan semakin banyaknya event berkualitas yang digelar sepanjang tahun, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Asia Tenggara. Kehadiran berbagai acara berskala nasional maupun internasional bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi yang mampu memperluas manfaat pariwisata bagi masyarakat di berbagai daerah.