OTOTEKNO

Hino Bangun Ekosistem Pendidikan Vokasi, Siapkan SDM Unggul untuk Industri Transportasi

apakabar.co.id, TANGERANG - PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) memperkuat kontribusinya terhadap pengembangan industri transportasi nasional dengan membangun ekosistem pendidikan vokasi yang melibatkan pemerintah, institusi pendidikan, dan jaringan dealer.

Langkah tersebut diwujudkan melalui panel diskusi bertajuk “Membangun Generasi Vokasi Unggul untuk Industri Transportasi Indonesia Masa Depan” yang digelar Hino pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Senin (3/8).

Diskusi ini menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) seiring perkembangan teknologi kendaraan niaga dan kebutuhan industri transportasi yang semakin kompleks.

Sales & After Sales Director HMSI, Susilo Darmawan, mengatakan pengembangan SDM menjadi bagian penting dari kontribusi Hino dalam mendukung keberlanjutan industri transportasi Indonesia.

“Bagi Hino, mendukung dunia pendidikan merupakan bagian dari kontribusi kami untuk Indonesia. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, kami ingin membantu mencetak lulusan yang siap bekerja dan menjawab kebutuhan industri,” ujar Susilo dalam sambutannya di GIIAS 2026, Senin (3/8).

Panel diskusi tersebut menghadirkan Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kemendikdasmen Arie Wibowo Khurniawan, Hino Academy & Customer Center Division Head HMSI Pieter Andre, serta Direktur PT Duta Cemerlang Motors (DCM) Christian Hemasurya.

Ketiganya membahas pentingnya sinergi antara pemerintah, sekolah, industri, dan jaringan dealer untuk menciptakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri kendaraan niaga.

Menurut Hino, perkembangan teknologi kendaraan harus diikuti dengan kesiapan tenaga kerja yang mampu mengoperasikan, merawat, sekaligus memberikan layanan purna jual secara profesional.

“Pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kolaborasi antara sekolah dan dunia industri menjadi kunci agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi yang terus berubah,” kata Arie Wibowo Khurniawan.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui Hino Indonesia Partnership School (HIPS), program kemitraan yang menghubungkan sekolah kejuruan dengan kebutuhan dunia industri.

Melalui HIPS, Hino membantu menyelaraskan kurikulum, memberikan pelatihan bagi guru, menyediakan media pembelajaran, mendukung sertifikasi kompetensi, hingga membuka kesempatan praktik kerja industri bagi para siswa.

Dengan pola tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan kondisi kerja sebenarnya di industri kendaraan niaga.

Selain menyasar siswa SMK, Hino juga mengembangkan Hino Indonesia Academy sebagai pusat peningkatan kompetensi bagi mekanik, pengemudi, dan tenaga profesional di sektor transportasi.

Program pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan perkembangan teknologi kendaraan Hino sehingga kompetensi tenaga kerja dapat terus diperbarui mengikuti kebutuhan industri.

“Pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang bagi industri transportasi. Melalui Hino Indonesia Academy dan kemitraan dengan sekolah vokasi, kami ingin memastikan lahirnya tenaga kerja yang tidak hanya memahami teknologi kendaraan, tetapi juga siap memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” ujar Pieter Andre.

Jaringan dealer Hino juga memiliki peran penting dalam membangun kesinambungan ekosistem pendidikan tersebut.

Dealer tidak hanya menjadi tempat praktik kerja industri bagi siswa, tetapi turut membantu membina kompetensi sekaligus membuka peluang karier bagi lulusan vokasi yang telah memenuhi standar kebutuhan industri.

“Bagi dealer, keberadaan lulusan vokasi yang telah mendapatkan pembelajaran sesuai kebutuhan industri sangat membantu proses adaptasi di dunia kerja. Mereka lebih siap bekerja, memahami budaya industri, dan mampu memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan sejak hari pertama,” ujar Christian Hemasurya.

Kolaborasi tersebut membuat proses pengembangan talenta dapat berlangsung dari hulu ke hilir, mulai dari bangku sekolah, pelatihan berbasis industri, praktik kerja, hingga memasuki dunia profesional.

Bagi industri transportasi, ketersediaan SDM kompeten menjadi semakin penting karena kendaraan niaga terus berkembang dengan teknologi yang membutuhkan kemampuan teknis dan pemahaman yang semakin tinggi.

Melalui kolaborasi pemerintah, institusi pendidikan, Hino, dan jaringan dealer, Hino berharap ekosistem pendidikan vokasi dapat melahirkan semakin banyak tenaga kerja yang siap menghadapi kebutuhan industri kendaraan niaga di Indonesia.

Pada akhirnya, penguatan pendidikan vokasi tidak hanya memberikan manfaat bagi tenaga kerja, tetapi juga industri dan pelanggan karena SDM yang kompeten turut mendukung keamanan, produktivitas, kualitas layanan, serta keberlanjutan operasional armada di berbagai wilayah Indonesia.