LIFESTYLE

Ini 5 Tips Mengatur THR Lebaran agar Tidak Cepat Boncos

Tanpa perencanaan yang matang, THR Lebaran bisa cepat habis hanya untuk pengeluaran musiman. Setelah perayaan selesai, sebagian keluarga justru menghadapi tekanan keuangan karena tidak menyisakan dana cadangan.
Tunjangan Hari Raya (THR) sering dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk menyegarkan suasana rumah. Foto: IKEA
Tunjangan Hari Raya (THR) sering dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk menyegarkan suasana rumah. Foto: IKEA
apakabar.co.id, JAKARTA- THR Lebaran sering menjadi dana tambahan yang paling dinantikan menjelang Hari Raya Idulfitri. Banyak keluarga memanfaatkan tunjangan ini untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mudik, membeli pakaian baru, hingga menata rumah agar lebih nyaman saat menerima tamu.

Namun tanpa perencanaan yang matang, THR Lebaran bisa cepat habis hanya untuk pengeluaran musiman. Setelah perayaan selesai, sebagian keluarga justru menghadapi tekanan keuangan karena tidak menyisakan dana cadangan.

Kementerian Keuangan telah mengingatkan pentingnya mengelola THR secara terarah sejak awal. Penggunaan dana tersebut sebaiknya dibagi dalam beberapa pos agar kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang tetap seimbang.

Sebagai gambaran, alokasi THR Lebaran umumnya dibagi menjadi sekitar 10–15 persen untuk kewajiban keagamaan, 10–20 persen untuk melunasi kewajiban jangka pendek, 40–50 persen untuk kebutuhan perayaan, serta 10–20 persen untuk tabungan atau cadangan setelah Lebaran.

Perencana keuangan Ligwina Hananto menjelaskan banyak orang melihat THR sebagai uang tambahan yang bebas digunakan. Padahal, tanpa perencanaan yang jelas, pengeluaran saat Lebaran bisa meningkat drastis.

"THR sebaiknya tetap diatur dengan prinsip keuangan yang sehat. Jika semuanya dihabiskan untuk konsumsi saat Lebaran, setelahnya justru bisa menimbulkan tekanan finansial," ujar Ligwina dalam berbagai edukasi keuangan kepada masyarakat.

Salah satu pengeluaran yang sering muncul menjelang Lebaran adalah kebutuhan menata rumah. Ruang tamu, ruang makan, dan dapur biasanya menjadi area yang paling aktif ketika keluarga besar dan kerabat datang berkunjung.

Karena itu, penting bagi keluarga untuk memahami cara mengatur THR Lebaran secara bijak, termasuk ketika ingin memperbaiki rumah.

Agar pengeluaran tetap terkendali, masyarakat dapat mengikuti beberapa langkah sederhana dalam memanfaatkan THR Lebaran.

Langkah-langkah itu, menurut Public Relations Manager IKEA Indonesia, Ririn Basuki, akan membantu memastikan bahwa dana digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar penting, bukan sekadar pengeluaran impulsif menjelang hari raya.

1. Amati kebutuhan rumah saat Lebaran
Saat Lebaran, aktivitas di rumah biasanya meningkat tajam. Tamu datang silih berganti dan berbagai kegiatan keluarga berlangsung di ruang yang sama.

Situasi itu sering memperlihatkan bagian rumah yang kurang efisien, seperti meja yang terlalu kecil, ruang tamu yang mudah berantakan, atau kurangnya tempat penyimpanan.

"Dengan mengamati kondisi tersebut, keluarga dapat menentukan bagian mana yang perlu diperbaiki sehingga THR Lebaran digunakan secara lebih tepat sasaran," ujar Ririn di Jakarta, Rabu (4/3). 

2. Buat rencana sebelum menggunakan THR Lebaran
Langkah berikutnya adalah membuat rencana pembelian sebelum menggunakan dana THR.

Mulailah dengan mencatat kebutuhan rumah yang paling mendesak. Setelah itu, cari referensi produk yang sesuai dengan ukuran, fungsi, serta anggaran yang tersedia.

Perencanaan ini penting untuk menghindari pembelian impulsif yang sering terjadi ketika melihat promo atau produk baru di toko maupun platform belanja daring.

3. Bedakan mempercantik rumah dan memperbaiki fungsi
Menjelang Lebaran, banyak orang ingin membuat rumah terlihat lebih rapi dan menarik bagi tamu. Namun penting untuk membedakan antara perubahan dekoratif dan perbaikan fungsi rumah.

Perubahan yang meningkatkan kenyamanan biasanya memberikan manfaat jangka panjang, misalnya menata ulang furnitur agar ruang lebih lega, menambah pencahayaan, atau menyediakan tempat penyimpanan tambahan.

"Dengan pendekatan ini, penggunaan THR Lebaran tidak hanya memberi dampak sementara tetapi juga meningkatkan kenyamanan rumah dalam jangka panjang," terang Ririn. 

4. Tetapkan batas anggaran THR Lebaran
Menentukan batas pengeluaran sejak awal merupakan langkah penting dalam mengelola THR Lebaran.

Dengan menetapkan anggaran, keluarga dapat mengontrol pengeluaran dan memastikan dana tidak habis untuk satu kebutuhan saja.

Anggaran tersebut bisa dibagi untuk beberapa prioritas seperti kebutuhan rumah, konsumsi Lebaran, serta tabungan setelah perayaan.

5. Gunakan promo sebagai penguat rencana
Jika kebutuhan rumah sudah jelas dan anggaran telah ditentukan, periode promo dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan produk dengan harga lebih terjangkau.

Menurut Ririn, rumah merupakan pusat aktivitas keluarga saat Lebaran sehingga perlu ditata agar tetap nyaman.

"Lebaran adalah momen berkumpul yang paling terasa di rumah," ujarnya. 

Dengan perencanaan sederhana dan solusi yang tepat, rumah bisa terlihat lebih baik untuk aktivitas sehari-hari sekaligus menyambut tamu.

Saat ini IKEA Indonesia menghadirkan program SALE Lebaran hingga 5 April 2026 dengan potongan harga hingga 80 persen untuk lebih dari 1.000 produk pilihan, serta tambahan diskon 10 persen bagi anggota IKEA Family.

Promo tersebut tersedia di seluruh toko, kanal online, serta marketplace resmi IKEA seperti Shopee dan Tokopedia.

Dengan perencanaan yang tepat, THR Lebaran tidak hanya habis untuk kebutuhan sesaat. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kenyamanan rumah sekaligus menjaga kondisi keuangan keluarga tetap stabil setelah perayaan Idulfitri.