NEWS
Kemenkes Serahkan 31 Ambulans untuk Daerah Terdampak Bencana di Sumatera
apakabar.co.id, JAKARTA - Kementerian Kesehatan bersama sejumlah perusahaan swasta menyerahkan puluhan ambulans untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana di Sumatera. Bantuan ini diberikan untuk fasilitas kesehatan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan longsor.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta untuk mendukung pemulihan layanan kesehatan di daerah terdampak.
“Selain ambulans, banyak alat kesehatan juga yang didonasikan oleh teman-teman. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masyarakat Indonesia itu luar biasa,” kata Budi dalam acara penyerahan bantuan di Jakarta, Kamis.
Sebanyak 31 unit ambulans yang diserahkan berasal dari beberapa perusahaan dan lembaga swasta, yakni 20 unit dari PT Astra International Tbk, 10 unit dari PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, dan satu unit dari Yayasan Imeco Bhakti Nusa.
Ambulans tersebut rencananya akan didistribusikan ke sejumlah wilayah di Sumatera, antara lain Aceh Tamiang, Bireuen, Gayo Lues, Bener Meriah, Medan, serta Padang Pariaman.
Untuk melengkapi bantuan dari pihak swasta tersebut, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp529 miliar untuk mendukung pemulihan fasilitas dan layanan kesehatan di wilayah terdampak.
Budi menjelaskan sejumlah fasilitas kesehatan di daerah terdampak masih membutuhkan berbagai perlengkapan, mulai dari fasilitas dasar hingga alat kesehatan berteknologi tinggi. Kebutuhan tersebut antara lain tempat tidur pasien, meja, kursi, lemari pendingin untuk vaksin, komputer, hingga peralatan medis seperti CT scan, MRI, mammogram, dan X-ray.
Pemerintah menargetkan kebutuhan alat kesehatan di wilayah terdampak dapat terpenuhi paling lambat pada Juni 2026.
Selain fasilitas kesehatan, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang rumahnya terdampak bencana. Saat ini sekitar 1.000 tenaga kesehatan telah disetujui untuk menerima bantuan renovasi rumah.
Bantuan renovasi tersebut diberikan sesuai tingkat kerusakan, yakni Rp15 juta untuk kerusakan ringan, Rp30 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp60 juta untuk kerusakan berat.
Di tempat yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan kolaborasi pemerintah dan pihak non-pemerintah dalam penanganan bencana mencerminkan ketahanan nasional.
“Ini membuktikan salah satu konsep ketahanan nasional kita, national resilience. Kita menangani bencana besar ini dengan kekuatan nasional kita sendiri, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun dukungan pihak non-pemerintah,” kata Tito.
Ia juga menilai pemulihan fasilitas kesehatan di daerah terdampak berlangsung relatif cepat.
“Rumah sakit rata-rata sudah berjalan, puskesmas juga ratusan sudah beroperasi kembali dalam waktu sekitar satu bulan,” ujarnya.
Selain bantuan renovasi rumah bagi tenaga kesehatan, pemerintah juga menyalurkan bantuan tambahan melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia.
“Ada bantuan perorangan dari Kementerian Sosial, seperti uang lauk pauk Rp15 ribu per orang per hari, bantuan perabotan Rp3 juta, serta bantuan ekonomi Rp5 juta,” kata Tito.
Ia menambahkan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan sehingga dapat kembali fokus melayani masyarakat terdampak bencana.
Editor:
ANDREY MICKO
ANDREY MICKO