EKBIS
Namarin Dukung Pengangkatan KMP Batumandi
apakabar.co.id, JAKARTA - The National Maritime Institute (Namarin) mendukung pernyataan direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry yang menjanjikan operasi salvage (pengangkatan bangkai kapal) sesegera mungkin terkait tenggelamnya KMP Batumandi pascakebakaran pada Selasa, (20/10).
"Masih hangat dalam ingatan publik bagaimana operasi salvage KM Virgo Transport 8 yang tenggelam lebih sebulan lalu belum juga dapat dieksekusi karena alasan prosedural," kata Direktur Namarin Siswanto Rusdi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (23/10).
Menurutnya kasus KM Virgo Transport 8 boleh dibilang berlarut-larut diputuskan oleh manajemen perusahaan pelayaran sehingga bangkai kapal belum bisa diangkat.
"Tapi hanya dalam hitungan beberapa belas jam setelah kebakaran feri tersebut, ASDP sudah langsung mengeluarkan kebijakan salvage," katanya.
Namarin menyakini bahwa masalahnya jauh lebih serius dari itu, dalam hal ini apakah operatornya memiliki wreck removal insurance atau tidak.
Dalam khazanah pelayaran, wreck removal insurance, sebagaimana diatur dalam Konvensi Internasional Nairobi tentang Pengangkatan Bangkai Kapal (Nairobi International Convention on the Removal of Wrecks atau WRC) mencakup pembiayaan antara lain pengangkatan dan pemusnahan bangkai kapal yang diwajibkan secara hukum oleh otoritas pelabuhan, undang-undang nasional, atau konvensi internasional untuk mengangkat atau memusnahkan bangkai kapal.
Menurut Rusdi, penandaan dan pencarian bangkai kapal dengan menempatkan pelampung peringatan, lampu, atau sinyal di sekitar lokasi guna menjamin keselamatan navigasi maritim.
Asuransi wreck removal juga membiayai pembersihan muatan dan properti mulai dari mengevakuasi muatan, peralatan, atau barang milik pribadi yang berada di atas kapal.
“ASDP sepertinya memiliki perlindungan asuransi wreck removal yang salah satu indikasinya adalah pasangan oil boom dan oil skimmer," pungkas Siswanto.
Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo menyampaikan bahwa ASDP akan melaksanakan operasi pengangkatan guna menjaga kelancaran operasional di Pelabuhan Merak pascatenggelamnya KMP Batumandi.
“Kami mendukung langkah Kementerian Perhubungan dalam memastikan operasional penyeberangan tetap berjalan normal, termasuk pengamanan lokasi kapal, pemasangan buoy dan oil boom, serta persiapan operasi salvage. Seluruh tahapan penanganan kami persiapkan secara terukur bersama pihak berwenang dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan pelayaran,” ujar Heru.
Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Kementerian Perhubungan akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan penanganan pascakejadian berjalan secara terencana dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

