EKBIS

PGE Berbagi, Komitmen Pertamina Geothermal Energy Tumbuh Bersama Anak dan Masyarakat

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menegaskan komitmennya tumbuh bersama masyarakat, khususnya generasi muda, melalui program bertajuk PGE Berbagi.
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menyalurkan donasi ke 23 yayasan atau desa di berbagai wilayah dengan penerima manfaat 400 anak. Foto: PGE untuk apakabar.co.id
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menyalurkan donasi ke 23 yayasan atau desa di berbagai wilayah dengan penerima manfaat 400 anak. Foto: PGE untuk apakabar.co.id
apakabar.co.id, JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) kembali menegaskan komitmennya untuk tumbuh bersama masyarakat, khususnya generasi muda, melalui program sosial berkelanjutan bertajuk PGE Berbagi

Program ini menjadi wujud kepedulian PGE dalam menghadirkan manfaat energi panas bumi yang tidak hanya dirasakan melalui listrik ramah lingkungan, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang nyata dan berkelanjutan.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Edwil Suzandi, menyampaikan bahwa program ini telah  menyalurkan donasi kepada 23 yayasan dan desa di berbagai wilayah Indonesia. Total penerima manfaat program ini mencapai lebih dari 400 anak. 

Bantuan ditujukan untuk mendukung kebutuhan dasar dan pendidikan anak-anak, terutama mereka yang berasal dari kelompok rentan. "Langkah ini sejalan dengan semangat PGE untuk berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya," dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Senin (5/1).

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, PGE juga mengunjungi Yayasan Bayt Al Hanan di Cileungsi, Senin (29/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, PGE menyerahkan santunan sebagai bentuk kepedulian dan kedekatan perusahaan dengan komunitas lokal. 

"Kunjungan itu sekaligus memperkuat hubungan PGE dan masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dalam pengembangan panas bumi di Indonesia," paparnya.

Bantuan yang disalurkan dalam program PGE Berbagi mencakup uang tunai, paket sembako, serta perlengkapan sekolah. Perlengkapan tersebut terdiri dari tas sekolah, alat tulis, buku tulis, dan kotak pensil. Dukungan ini diharapkan dapat membantu anak-anak dalam menjalani kegiatan belajar sehari-hari dengan lebih semangat, sekaligus meringankan beban orang tua dan pengelola yayasan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dasar.

Tidak hanya di Jakarta dan sekitarnya, PGE juga menyalurkan santunan kepada anak-anak di berbagai daerah operasional panas bumi, seperti Kamojang, Ulubelu, Lahendong, Karaha, Lumut Balai, Sibayak, Hululais, dan Gunung Tiga. Penyaluran bantuan di berbagai wilayah itu mencerminkan upaya PGE menjangkau masyarakat secara merata, tanpa memandang lokasi geografis.

Program ini, terang Edwil, merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Kehadiran PGE harus memberikan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Di PGE, fokus kami bukan hanya mengembangkan bisnis, tetapi memastikan kehadiran kami membawa manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

Selain itu, PGE memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan, terutama anak-anak dan generasi muda yang kelak menjadi pilar masa depan bangsa. "Kami percaya, setiap anak Indonesia berhak atas pendidikan dan kesempatan yang setara untuk meraih cita-citanya,” imbuhnya.

Kegiatan PGE Berbagi diharapkan menjadi dorongan bagi anak-anak untuk terus bermimpi dan melangkah maju dalam meraih masa depan yang lebih baik. Dukungan kecil yang diberikan akan mampu menumbuhkan semangat belajar dan rasa percaya diri bagi generasi muda.

Selama kegiatan berlangsung, suasana terasa hangat dan penuh canda tawa. Anak-anak tampak antusias dan nyaman mengikuti rangkaian acara. Interaksi langsung ini juga dimanfaatkan PGE untuk memperkenalkan energi panas bumi sejak dini, dengan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh anak-anak.

Komitmen sosial PGE berjalan seiring dengan perannya sebagai pemimpin pengembangan panas bumi di Indonesia. PGE terus menegaskan posisinya sebagai motor penggerak transisi energi bersih nasional dengan mengedepankan inovasi, kolaborasi, serta pemberdayaan komunitas lokal.

Saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 1.932 megawatt (MW), yang terdiri dari 727 MW yang dikelola secara mandiri dan 1.205 MW bersama mitra. Ke depan, PGE optimistis dapat meningkatkan kapasitas terpasang mandiri menjadi 1 gigawatt (GW) dalam dua hingga tiga tahun ke depan, serta mencapai 1,8 GW pada 2033. 

Komitmen terhadap energi bersih dan kepedulian sosial diharapkan dapat berjalan beriringan demi masa depan Indonesia yang berkelanjutan.