SPORT

Putri KW Harus Puas Jadi Runner-up di Swiss Open 2026

Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani. Foto: PBSI
Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani. Foto: PBSI
apakabar.co.id, JAKARTA - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, harus puas menjadi runner-up pada turnamen Swiss Open 2026 setelah kalah dari wakil Thailand, Supanida Katethong, di partai final.

Bertanding di Basel, Sabtu (14/3), Putri yang menjadi unggulan pertama takluk dalam dua gim langsung dengan skor 11-21, 15-21.

Putri mengakui sejak awal pertandingan dirinya berada dalam tekanan sehingga tidak mampu mengeluarkan permainan terbaik. Selain itu, strategi yang diterapkan Supanida juga dinilai sangat efektif dalam meredam permainannya.

“Pada pertemuan terakhir di SEA Games saya kalah, jadi di sini sejak awal saya ingin bermain sebaik mungkin dan mengeluarkan semua kemampuan. Tetapi di lapangan saya justru merasa berada di bawah tekanan,” kata Putri.


Menurutnya, Supanida tampil dengan strategi yang tepat dengan terus membatasi bola-bola atas dan mempercepat tempo permainan. Hal itu membuat Putri kesulitan mengembangkan pola permainan yang biasa ia tampilkan.

Meski gagal merebut gelar juara, Putri tetap bersyukur dapat mencapai final dan naik ke podium sebagai runner-up. Namun ia mengaku kurang puas karena merasa penampilannya tidak maksimal pada laga puncak tersebut.

“Saya tetap bersyukur bisa naik podium sebagai runner-up. Tetapi yang disayangkan permainan saya tidak keluar dan saya kurang puas dengan penampilan hari ini,” ujarnya.

Putri juga mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga dari rangkaian pertandingan dalam dua pekan terakhir. Ia menghadapi berbagai tipe pemain dengan karakter permainan yang berbeda.

Supanida sendiri pernah menembus peringkat 10 besar dunia sehingga memiliki kualitas permainan yang sangat baik. Selain itu, Putri juga menilai dirinya banyak belajar dari menghadapi pemain-pemain kuat lainnya, termasuk tunggal putri Korea Selatan, An Se-young.

“Dari dua minggu ini saya mendapat banyak pengalaman dari semua pemain. Supanida pernah berada di top 10 dunia dan gaya main mereka tentu berbeda. Saya juga bisa belajar bagaimana menghadapi permainan seperti An Se Young yang sangat kuat atau Supanida yang punya serangan bagus,” ucapnya.


Ke depan, Putri menyadari masih banyak aspek yang harus ia tingkatkan, baik dari sisi fisik, teknik, maupun mental. Ia juga menekankan pentingnya menjaga fokus dan kemampuan untuk keluar dari tekanan saat bertanding.

“Secara keseluruhan saya harus lebih kuat lagi, baik dari fisik, teknik maupun nonteknis. Terutama dari fokus dan kemampuan keluar dari tekanan setiap kali bermain,” ungkap Putri.