SPORT
Agung Prio Rebut Gelar Juara Umum Men Elite 76 Ultimate Downhill 2026
apakabar.co.id, JAKARTA — Agung Prio Apriliano akhirnya menuntaskan penantian panjang selama tujuh tahun dengan meraih gelar juara umum Men Elite 76 Ultimate Downhill 2026. Kepastian tersebut didapat setelah atlet Astrindo Racing Team itu tampil konsisten sepanjang tiga seri kejuaraan, meski harus puas finis di posisi kedua pada seri pamungkas di Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (1/11).
Pada Final Run seri ketiga, Agung mencatatkan waktu 2 menit 53,556 detik. Hasil tersebut menempatkannya di belakang Khoiful Mukhib dari 76 Rider DH Squad yang keluar sebagai juara seri dengan catatan waktu 2 menit 51,612 detik.
Sementara posisi ketiga ditempati Pandu Satrio Perkasa dengan waktu 2 menit 55,031 detik.
Namun, hasil tersebut tidak mengubah posisi Agung di puncak klasemen akhir. Berbekal penampilan konsisten sepanjang musim, rider berjuluk Super Prilly itu mengoleksi 730 poin, unggul jauh dari Putra Ganda Arrozak yang finis sebagai runner-up dengan 510 poin. Posisi ketiga ditempati M. Abdul Hakim dengan 400 poin.
Gelar juara umum ini menjadi pencapaian istimewa bagi Agung setelah tujuh tahun mengikuti 76 Ultimate Downhill. Ia mengaku keberhasilan tersebut merupakan buah dari keseriusan dalam mengevaluasi performa dan mempelajari karakter lintasan pada setiap seri.
“Rasanya sangat memuaskan karena saya akhirnya bisa mengakhiri perjuangan panjang selama tujuh tahun untuk bisa merasakan keberhasilan menjadi juara umum di 76 Ultimate Downhill. Musim ini saya sangat serius dalam menilai performa sendiri, melakukan evaluasi dan tidak berhenti belajar untuk meningkatkan penampilan di setiap kejuaraan,” ungkap Agung.
Menurutnya, ketenangan dan kemampuan menganalisis lintasan menjadi salah satu kunci keberhasilannya mengarungi kompetisi musim ini.
Di kelas Women Elite, Milatul Khaqimah juga tampil dominan dengan mengamankan gelar juara umum. Rider Nukeproof Axess Racing Team tersebut menyempurnakan musim 2026 dengan memenangi seluruh seri dan mengumpulkan poin sempurna, yakni 600 poin.
Pada Final Run di Kudus, Mila mencatatkan waktu 3 menit 15,950 detik. Ia unggul atas Nilna Murni Ningtyas yang finis kedua dengan 3 menit 17,363 detik. Sementara Ayu Tria Andriana menempati posisi ketiga dengan 3 menit 17,738 detik.
Dalam klasemen akhir, Ayu berada di posisi kedua dengan 400 poin, disusul Nilna yang mengoleksi 380 poin.
Mila mengaku bangga akhirnya bisa meraih gelar juara umum sejak pertama kali bersaing di kelas Women Elite pada 2023. Ia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempertahankan konsistensi pada musim mendatang.
“Saya sangat bangga dan bersyukur akhirnya sukses jadi juara umum di 76 Ultimate Downhill 2026. Saya sudah menanti momen ini sejak pertama kali bersaing di kelas Women Elite pada 2023,” kata Mila.
Sementara itu, persaingan kelas Men Junior kembali menjadi milik Dimas Aradhana. Rider asal Yogyakarta tersebut sukses mempertahankan gelar juara umum secara beruntun atau back to back dengan koleksi 560 poin.
Dimas mengungguli Nazwa Agazani dan Ahmad Nasywa Ridhodin yang sama-sama mengumpulkan 440 poin. Posisi keempat ditempati Rengga Syahputra Arby dengan 185 poin, sedangkan Addin Maulana Ikhsan berada di urutan kelima dengan 180 poin.
Kejuaraan 76 Ultimate Downhill 2026 berlangsung dalam tiga seri, masing-masing di Bukit Hijau Bike Park, Yogyakarta, Arjuno Bike Park, Pasuruan, dan Ternadi Bike Park, Kudus.
Seri pamungkas di Ternadi Bike Park menghadirkan tantangan tersendiri bagi para peserta. Lintasan sepanjang 2.300 meter dengan elevasi 325 meter tersebut memiliki label kelas dunia Class 1 (C1) dari Union Cycliste Internationale (UCI).
Perwakilan 76 Rider selaku penyelenggara, Agnes C. Wuisan, mengapresiasi peningkatan kualitas para atlet sepanjang musim. Menurutnya, berbagai inovasi yang dihadirkan dalam kompetisi tahun ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas olahraga downhill Indonesia.
“Overall sepanjang musim ini kami merasa puas karena tujuan utama dalam meningkatkan kualitas kompetisinya tercapai. Harapan besarnya adalah performa atlet-atlet downhill Indonesia semakin berkembang secara merata. Tidak hanya prestasi di level nasional saja, tapi makin bisa bicara banyak di level internasional,” ujar Agnes.
Senada, Founder Indonesian Downhill (IDH) Parama Nugraha berharap atlet-atlet Indonesia mampu bersaing lebih kompetitif di kejuaraan tingkat Asia maupun dunia. Ia juga memastikan 76 Ultimate Downhill akan kembali digelar pada 2027 dengan berbagai peningkatan.
“Tahun depan 76 Ultimate Downhill akan kembali digelar tentunya dengan berbagai peningkatan yang lebih baik lagi,” tandas Parama.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

