SPORT

Cetak Tiga Gol, Indonesia Putri Nusantara Tetap Tersingkir dari Srikandi Merdeka Cup 2026

Indonesia Putri Nusantara berhasil mengalahkan Yordania 3-1 pada laga terakhir penyisihan grup B Srikandi Merdeka Cup 2026 di Stadion Supersoccer Arena, Rabu (19/8). Foto: istimewa
Indonesia Putri Nusantara berhasil mengalahkan Yordania 3-1 pada laga terakhir penyisihan grup B Srikandi Merdeka Cup 2026 di Stadion Supersoccer Arena, Rabu (19/8). Foto: istimewa
apakabar.co.id, JAKARTA – Timnas Putri U-16 Indonesia Putri Nusantara menutup perjalanan di Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino dengan kemenangan. Menghadapi Yordania pada laga terakhir Grup B di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (19/8), Putri Nusantara tampil agresif dan menang meyakinkan 3-1.

Sayangnya, kemenangan tersebut belum cukup untuk mengantarkan Putri Nusantara ke semifinal. Meski sama-sama mengoleksi tiga poin, Putri Nusantara harus puas berada di posisi ketiga klasemen akhir Grup B karena kalah produktivitas gol dari Yordania yang berhak menjadi runner-up.

Sementara itu, Thailand keluar sebagai juara Grup B dengan torehan sempurna sembilan poin dari tiga pertandingan. Thailand dan Yordania pun berhak melaju ke semifinal.

Yordania akan menghadapi juara Grup A, Garuda Pertiwi, pada Jumat (21/8) pukul 20.00 WIB. Sementara Thailand berjumpa Malaysia pada pukul 15.00 WIB.

Membutuhkan kemenangan dengan selisih gol besar untuk menjaga peluang lolos ke semifinal, Putri Nusantara langsung bermain agresif sejak awal pertandingan.


Namun, mereka hanya mampu menciptakan tiga gol lewat Lintang Anugrah Radisty (7’), 
Dian Aprilia Pary (37’p), Indira Fatima (80’). Sedangkan Yordania hanya mampu memperkecil ketertinggalan satu gol lewat Ragad Rafat Harbi Haqrous di menit 60.

Meski cetak tiga gol, capaian nya itu belum cukup untuk menggeser posisi Yordania dari peringkat kedua.

Pelatih Kepala Putri Nusantara, Takumi Taniguchi, mengapresiasi kerja keras seluruh pemain meski hasil akhir belum sesuai harapan.

Pelatih yang akrab disapa Taki itu menilai para pemain telah menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang tiga pertandingan Srikandi Merdeka Cup.

“Terima kasih banyak untuk para pemain yang sudah bekerja keras dengan sangat baik. Kami tahu bahwa kami butuh mencetak tiga gol, bahkan lebih. Para pemain telah memberikan segalanya dan kami mencetak gol yang diinginkan. Namun memang hasilnya kami tetap tidak bisa lolos ke semifinal,” ujar Taki.

Menurutnya, pengalaman menghadapi tim-tim dari negara berbeda menjadi bagian penting dalam proses perkembangan pemain muda.

“Jika melihat penampilan mereka sepanjang tiga pertandingan, semua pemain berkembang pesat. Jelas mereka punya potensi. Kami mencoba menerapkan high-pressing, agresif, dan mencoba melakukan banyak tembakan. Mereka telah mencobanya dan berkembang pesat. Itulah poin utamanya, baik dari sisi penyerangan maupun pertahanan,” katanya.

Penyerang Putri Nusantara, Dian Aprilia Pary, juga mengaku bangga dengan perjuangan rekan-rekannya sepanjang turnamen.

Menurut pemain jebolan HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 tersebut, motivasi tim sangat tinggi untuk mengamankan tiket semifinal.

“Pertandingan hari ini pastinya beda banget. Motivasi kami sangat tinggi untuk bisa lolos ke semifinal. Saya juga sangat bangga bisa mencetak gol dan saya juga bangga kepada teman-teman saya semuanya sudah bekerja keras. Sudah berikan yang terbaik. Tapi, ya mungkin belum rejekinya,” kata Dian.

Meski kalah 1-3, Yordania tetap lolos ke semifinal. Pelatih Kepala Yordania, Luna Rami Amin Almasri, mengakui Putri Nusantara tampil lebih baik dalam pertandingan tersebut.

Ia pun meminta anak asuhnya segera melakukan evaluasi sebelum menghadapi tantangan berat melawan Garuda Pertiwi.

“Tentu saja kami akan bersiap menghadapi pertandingan berat melawan tim yang tangguh di semifinal. Saya pikir mereka, Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara, memiliki identitas yang sama. Mereka adalah tim yang tangguh,” ujar Luna.

Luna menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama setelah timnya melakukan sejumlah kesalahan pada pertandingan tersebut.


“Kami akan memperbaiki kekurangan dan kelemahan kami hari ini. Kami melakukan banyak kesalahan. Tetapi di sisi lain, kami juga menyia-nyiakan banyak peluang. Ini benar-benar pertandingan yang berat, tapi saya bangga dengan tim ini,” katanya.

Dengan berakhirnya pertandingan Putri Nusantara kontra Yordania, persaingan Grup B resmi ditutup.

Thailand menjadi juara grup setelah menyapu bersih tiga pertandingan dengan sembilan poin. Yordania berada di posisi kedua dengan tiga poin, unggul produktivitas gol atas Putri Nusantara yang juga mengoleksi tiga poin. Singapura menempati posisi keempat dengan tiga poin.

Hasil tersebut membuat dua wakil Indonesia mengambil jalur berbeda. Garuda Pertiwi melaju ke semifinal sebagai juara Grup A, sementara Putri Nusantara harus mengakhiri perjalanan meski berhasil menutup fase grup dengan kemenangan.