SPORT

Imbas Kericuhan Suporter, Persija Didenda Rp90 Juta dan Dilarang Bawa Suporter Tandang Enam Laga

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, saat memberikan keterangan mengenai sanksi klub Indonesia di Jakarta, Selasa (21/10). Foto: apakabar.co.id
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, saat memberikan keterangan mengenai sanksi klub Indonesia di Jakarta, Selasa (21/10). Foto: apakabar.co.id
apakabar.co.id, JAKARTA - I.League menjatuhkan sanksi tegas kepada sejumlah klub menyusul kericuhan suporter yang terjadi dalam kompetisi Super League dan Championship 2026/2027. Persija Jakarta menjadi salah satu klub yang dijatuhi hukuman larangan menghadirkan suporter saat menjalani enam pertandingan tandang atau selama setengah musim kompetisi.

Keputusan tersebut disampaikan Direktur Utama I.League Ferry Paulus setelah Komite Disiplin (Komdis) menyelesaikan sidang atas sejumlah pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan terakhir. Selain Persija, Persita Tangerang, PSGC Ciamis, dan PSIS Semarang juga menerima sanksi akibat insiden yang melibatkan suporter maupun pelanggaran terhadap ketertiban pertandingan.

Ferry mengatakan, keputusan Komdis menjadi perhatian penting di tengah upaya PSSI dan I.League melonggarkan kebijakan kehadiran suporter tim tamu atau away di stadion.

Menurut dia, pelonggaran tersebut telah didorong selama hampir tiga tahun. Namun, insiden yang kembali terjadi dalam beberapa pekan pertama kompetisi menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan pertandingan dan keberlanjutan kebijakan tersebut.

"Kami mendorong pelonggaran suporter away itu hampir tiga tahun lamanya. Ketika PSSI memberikan izin berdasarkan pemantauan FIFA, ada sejumlah catatan yang harus diperhatikan, terutama terkait rivalitas klub dan rekomendasi pihak kepolisian," ujar Ferry di Jakarta, Rabu (21/10).


Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah kericuhan dalam pertandingan Persita Tangerang melawan Persija Jakarta. Laga yang berakhir dengan kemenangan Persita 3-2 tersebut sempat terhenti pada babak kedua akibat keributan yang dipicu persoalan spanduk.

Ferry menyayangkan insiden tersebut karena pertandingan sebenarnya berjalan dengan baik sebelum keributan berulang kali terjadi hingga mengganggu jalannya laga dan membuat perangkat pertandingan menghentikan pertandingan sementara.

Berdasarkan keputusan Komdis, panitia pelaksana Persita didenda Rp40 juta karena dinilai gagal menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan pertandingan.

Persita juga dikenai larangan menghadirkan suporter dalam pertandingan tandang melawan Persija. Sementara itu, Persija dilarang menghadirkan suporter dalam enam pertandingan tandang di Super League, yang oleh Ferry disebut berlaku selama setengah musim kompetisi. Persija juga dikenai denda Rp30 juta.

Selain sanksi tersebut, suporter Persija turut dikenai denda Rp60 juta terkait pelanggaran berupa tiga kali penyalaan petasan dan pelemparan satu flare.

Ferry menjelaskan, jumlah suporter Persija yang hadir dalam pertandingan tersebut relatif besar karena tidak ada indikasi awal potensi kericuhan. Kondisi itu membuat tuan rumah memberikan ruang lebih luas bagi suporter tim tamu dibandingkan kuota yang lazim diterapkan, yakni sekitar 5–10 persen. Namun, situasi berubah setelah terjadi provokasi di sejumlah titik yang kemudian berkembang menjadi keributan.

Sementara itu, Komdis juga menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp40 juta kepada panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persita Tangerang akibat kericuhan yang mewarnai laga melawan Persija Jakarta di Banten Internasional Stadium (BIS), Serang, pada Sabtu (17/10) lalu. 


Ferry Paulus mengonfirmasi sanksi tersebut dijatuhkan lantaran pihak panpel dinilai lalai dalam mengawal keamanan serta ketertiban di area stadion.

"Panitia pelaksana pertandingan Persita di kompetisi Super League, diputuskan oleh Komdis pelanggaran sebesar denda Rp40 juta, di mana pelanggaran gagal menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban, keamanan, dan seterusnya," ungkapnya.