SPORT

Tim Indonesia Resmi Dilepas ke Asian Beach Games 2026, Andalkan Panjat Tebing Raih Medali

Kontingen Indonesia bersiap menghadapi ajang Asian Beach Games 2026 usai resmi dikukuhkan oleh Komite Olimpiade Indonesia di Jakarta, Senin (20/4). Foto: NOCIndonesia
Kontingen Indonesia bersiap menghadapi ajang Asian Beach Games 2026 usai resmi dikukuhkan oleh Komite Olimpiade Indonesia di Jakarta, Senin (20/4). Foto: NOCIndonesia
apakabar.co.id, JAKARTA - Kontingen Indonesia resmi dikukuhkan dan dilepas untuk berlaga pada ajang Asian Beach Games 2026 yang akan berlangsung di Sanya, China. Prosesi pelepasan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, di Kantor NOC Indonesia, Jakarta, Senin (20/4).

Sebanyak 22 atlet terbaik Tanah Air akan mewakili Indonesia dalam tiga cabang olahraga, yakni speed climbing, basket 3x3, dan voli pantai. Kontingen Merah Putih dipimpin oleh Chef de Mission (CdM) Krisna Bayu, yang juga merupakan Olympian dan anggota Komite Eksekutif NOC Indonesia.

Dalam sambutannya, Okto—sapaan akrab Raja Sapta Oktohari—menyampaikan optimisme terhadap peluang Indonesia, khususnya pada cabang unggulan panjat tebing yang selama ini menunjukkan performa konsisten di level dunia.

“Kita mengirimkan atlet-atlet terbaik untuk berkompetisi di Asian Beach Games ke-6 di Sanya. Saya optimistis tim ini mampu membawa kabar baik bagi Indonesia, terutama dari cabang seperti speed climbing yang saat ini termasuk yang terkuat di dunia,” ujar Okto.

Okto menegaskan bahwa Asian Beach Games bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian penting dalam sistem pembinaan olahraga nasional. Ajang ini menjadi tolok ukur kesiapan atlet sebelum menghadapi event yang lebih besar seperti Asian Games, Youth Olympic Games, hingga Asian Indoor and Martial Arts Games.


Dalam kondisi keterbatasan anggaran, NOC Indonesia tetap mengedepankan strategi selektif dengan mengirim cabang olahraga yang memiliki peluang prestasi.

“Dengan berbagai keterbatasan, kami tetap berupaya optimal. Terima kasih kepada federasi dan pemerintah, khususnya Kemenpora, yang terus memberikan dukungan,” tambahnya.

Chef de Mission Krisna Bayu menegaskan bahwa persiapan kontingen telah dilakukan secara maksimal. Ia menilai komposisi tim yang menggabungkan atlet senior dan junior menjadi kekuatan utama Indonesia di Sanya.

“Kami membawa kombinasi yang seimbang antara pengalaman dan energi muda. Ini membuka peluang medali, terutama dari panjat tebing yang memiliki rekam jejak kuat,” jelas Bayu.

Selain panjat tebing, cabang voli pantai juga diharapkan mampu memberikan kontribusi positif, mengingat sejarah prestasi Indonesia di nomor tersebut pada berbagai ajang internasional.

Dukungan terhadap kontingen juga datang dari Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia, Yenny Wahid, yang menekankan pentingnya keikutsertaan dalam ajang internasional sebagai bagian dari proses pembinaan jangka panjang.

Menurut Yenny, tim panjat tebing yang berangkat merupakan hasil perpaduan atlet berpengalaman dengan talenta muda yang tengah berkembang.

“Ajang internasional memiliki nilai strategis, baik dari sisi teknis maupun mental. Kami menurunkan kombinasi atlet senior dan generasi baru sebagai bagian dari regenerasi,” ungkap Yenny.

Ia juga mengapresiasi dukungan NOC Indonesia dan pemerintah yang terus membuka peluang bagi atlet untuk tampil di level dunia.