EKBIS
Menteri Ekraf Dorong Gim Lokal Jadi Komoditas Ekspor
apakabar.co.id, JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan pertumbuhan industri gim lokal yang menunjukkan angka positif dapat menjadi komoditas yang tidak hanya untuk menguasai pasar domestik tapi juga mulai diarahkan untuk menembus pasar global melalui ekspor.
Riefky mengatakan pertumbuhan subsektor aplikasi dan gim tumbuh 18,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan besarnya potensi industri gim sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif nasional.
“Pertumbuhan subsektor aplikasi dan gim meningkat 18,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tentu pertumbuhan ini menjadi sangat signifikan dengan menyerap tenaga kerja yang didukung program dari Kementerian Ekraf untuk meningkatkan investasi,” kata Riefky dalam keterangan yang diterima, Senin (10/8).
Menurutnya, tantangan industri gim Indonesia saat ini bukan hanya menghasilkan karya, tetapi memastikan produk tersebut memiliki akses pasar yang lebih luas.
Karena itu, pemerintah mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat proses pengembangan hingga komersialisasi gim lokal yang juga perlu diikuti dengan penguatan investasi, komersialisasi, serta akses pasar internasional melalui ekspor.
“Pendekatan yang dibutuhkan yaitu melalui kolaborasi Pemerintah dan stakeholder dalam mengakselerasi dan mengkomersialisasi dengan baik sehingga semakin banyak gim-gim Indonesia yang masuk ke pasar global,” katanya.
Kementerian Ekraf telah menjalankan sejumlah upaya untuk memperluas eksposur gim lokal. Salah satunya dengan menampilkan sembilan gim Indonesia di Games Corner Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Pemerintah juga membawa 10 gim lokal ke ajang Gameseed untuk membuka peluang pasar internasional.
Teuku Riefky menilai ekspansi pasar penting agar pertumbuhan industri gim memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Penguatan industri diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, sekaligus membuka peluang bagi produk kreatif Indonesia memperoleh pendapatan dari pasar global.
Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein mengatakan perkembangan industri gim dalam satu dekade menunjukkan bahwa Indonesia mulai bergerak dari sekadar pasar konsumen menjadi negara yang mampu menghasilkan gim.
“Indonesia bukan hanya negara yang memainkan, tapi menjadi negara yang membuat gim,” ujar Shafiq.
Menurutnya, ekosistem industri gim yang sehat membutuhkan ruang bagi pengembang lokal untuk mencoba, belajar, dan bersaing berdasarkan kualitas. Dengan ekosistem tersebut, semakin banyak gim Indonesia diharapkan mampu masuk pasar global sekaligus memperkenalkan cerita, budaya, dan kreativitas Indonesia kepada dunia.
Hari Game Indonesia (HARGAI) ke-10 yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pengembang gim, penerbit, komunitas, kreator konten, pelajar, dan masyarakat. Tahun ini, sebanyak 15 studio gim dan lima board game turut memperkenalkan karya serta talenta lokal.
Kementerian Ekraf berharap penguatan ekosistem tersebut dapat membuat pertumbuhan industri gim tidak berhenti pada peningkatan jumlah karya, tetapi berkembang menjadi industri yang mampu menciptakan nilai ekonomi dan bersaing di pasar internasional.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY
