EKBIS

Pasokan Batu Bara ke PLTU Lancar, PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Jawa Berangsur Normal

PT PLN (Persero) memastikan pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) kini berjalan lancar untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Jawa setelah sempat terjadi gangguan yang memicu pemadaman bergilir pada pekan lalu.
Ilustrasi pengiriman batu bara sebagai bahan bakar PLTU menggunakan kapal Baruna Power 3301 milik PT PLN Energi Primer Indonesia. Foto: PLN
Ilustrasi pengiriman batu bara sebagai bahan bakar PLTU menggunakan kapal Baruna Power 3301 milik PT PLN Energi Primer Indonesia. Foto: PLN
apakabar.co.id, JAKARTAPT PLN (Persero) memastikan pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) kini berjalan lancar. Ketersediaan batu bara yang sesuai dengan spesifikasi pembangkit dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Jawa setelah sempat terjadi gangguan yang memicu pemadaman bergilir pada pekan lalu.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan penyaluran energi primer berupa batu bara yang sesuai kebutuhan pembangkit telah berlangsung dengan baik. Kondisi tersebut mendukung upaya perbaikan sistem kelistrikan yang saat ini terus menunjukkan perkembangan positif.

“Pasokan energi primer (batu bara) yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pembangkit kami berjalan dengan lancar,” ujar Darmawan dalam rekaman suara yang dikonfirmasi PLN di Jakarta, Senin (22/6).

Menurut Darmawan, kelancaran pasokan batu bara membuat proses pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Jawa dapat dilakukan secara bertahap dan terukur. Ia menegaskan bahwa kondisi sistem kini terus membaik seiring masuknya pasokan bahan bakar yang dibutuhkan pembangkit.

PLN juga berkomitmen melakukan pembenahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah memperkuat tata kelola rantai pasok batu bara serta meningkatkan keandalan pembangkit listrik yang menjadi tulang punggung pasokan listrik nasional.

“Kami ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan masyarakat karena terjadi pemadaman bergilir pada pekan lalu,” kata Darmawan.

Kendala batu bara kalori menengah
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencermati adanya kendala dalam penyediaan batu bara kalori menengah yang dibutuhkan sejumlah PLTU milik PLN. Jenis batu bara tersebut memiliki spesifikasi sekitar 5.200 kilokalori per kilogram gross as received (GAR).

Batu bara dengan spesifikasi tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam operasional sejumlah pembangkit listrik di Jawa. Ketika pasokan terganggu, kinerja pembangkit berpotensi terdampak sehingga memengaruhi keandalan sistem kelistrikan.

Merespons kondisi tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membentuk tim khusus pengadaan batu bara kalori menengah. Tim ini bertugas membantu mengatasi kendala pasokan yang dihadapi PLN sekaligus memastikan kebutuhan bahan bakar pembangkit tetap terpenuhi.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang untuk melakukan penyesuaian harga batu bara yang dipasok kepada PLN. Langkah ini dipertimbangkan di tengah meningkatnya biaya produksi yang dihadapi pemasok serta tantangan dalam menjaga ketersediaan batu bara kalori menengah di pasar domestik.

Saat ini, harga batu bara untuk kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) bagi PLN ditetapkan sebesar 70 dolar Amerika Serikat per ton. Evaluasi terhadap kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu opsi untuk menjaga keberlanjutan pasokan.

Percepatan pengadaan batu bara
Pada Jumat (19/6), PLN mengumumkan percepatan pengadaan batu bara, khususnya medium rank coal atau batu bara kalori menengah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pembangkit yang membutuhkan bahan bakar tersebut dapat beroperasi secara optimal.

Darmawan menjelaskan bahwa proses distribusi medium rank coal telah mulai berjalan ke berbagai PLTU di Pulau Jawa. Pasokan tidak hanya dialirkan ke pembangkit milik PLN, tetapi juga ke pembangkit milik mitra PLN dan Independent Power Producer (IPP).

Untuk wilayah Jawa bagian barat, sejumlah PLTU yang menerima pasokan meliputi PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya Unit 1 hingga 8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, serta PLTU Indramayu.

Sementara itu, di Jawa bagian timur, pasokan batu bara kalori menengah disalurkan ke PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, dan PLTU Tanjung Awar-awar.

Fokus menjaga keandalan listrik
Percepatan distribusi batu bara menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional, khususnya di Pulau Jawa yang merupakan pusat aktivitas ekonomi dan industri Indonesia.

Dengan mulai lancarnya pasokan batu bara kalori menengah, PLN optimistis keandalan pembangkit dapat terus ditingkatkan. Di saat yang sama, pemerintah dan PLN berupaya memperkuat koordinasi dengan pemasok agar kebutuhan energi primer dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan sistem kelistrikan pasca gangguan, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional sehingga pasokan listrik bagi masyarakat dan dunia usaha tetap terjaga.