LIFESTYLE

Lab Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 900 Inovasi Global untuk Perkuat Ekosistem Laboratorium

Lab Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 900 Inovasi Global untuk Perkuat Ekosistem Laboratorium. Foto: dok. Pamerindo
Lab Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 900 Inovasi Global untuk Perkuat Ekosistem Laboratorium. Foto: dok. Pamerindo
apakabar.co.id, TANGERANG - Pameran industri laboratorium Lab Indonesia 2026 resmi dibuka pada Selasa (15/4/2026) di Hall 5–7 ICE, BSD City.

Pameran yang mengusung tema
“Shaping the Future of Indonesia’s Laboratory Industry: Innovation, Standards, and Global Competitiveness,” 
menghadirkan ratusan inovasi global guna memperkuat ekosistem laboratorium nasional.

Pameran edisi ke-8 ini diikuti 305 perusahaan dari 16 negara serta menampilkan lebih dari 900 teknologi dan solusi laboratorium.

Selain itu, kegiatan ini juga menargetkan kehadiran sekitar 15.000 pengunjung profesional dan mempertemukan ratusan pelaku industri, akademisi, peneliti, hingga regulator dalam satu platform kolaborasi.

Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, Kristi Wulandari, mengatakan Lab Indonesia terus berkembang menjadi ruang strategis yang menghubungkan inovasi global dengan kebutuhan industri dalam negeri.

 “Pada edisi ke-delapan ini, kami menghadirkan skala yang lebih besar, program yang lebih beragam, serta berbagai kolaborasi strategis yang membuka peluang baru bagi pelaku industri dan akademisi,” ujar Kristi, Rabu (15/4).

Berbagai teknologi yang ditampilkan mencakup sistem analitik, bioteknologi, life sciences, instrumen laboratorium, hingga solusi pengujian, penelitian, serta quality assurance dan quality control.

Dalam pembukaan acara, Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ratno Nuryadi, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem riset nasional.

 “Kemajuan riset dan industri sangat ditentukan oleh kualitas infrastruktur laboratorium, akses terhadap teknologi mutakhir, serta konektivitas antarpelaku ekosistem,” ujar Ratno.

Ia menambahkan, platform seperti Lab Indonesia dapat mempercepat transfer teknologi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta membuka peluang kerja sama strategis antara peneliti, industri, dan pemerintah.

Selain pameran, Lab Indonesia 2026 juga menghadirkan berbagai program ilmiah seperti LabForum dan LabTalk yang mencakup konferensi internasional, seminar teknis, hingga demonstrasi langsung teknologi laboratorium.

Program business matching juga kembali digelar untuk mendorong kemitraan strategis antar pelaku industri.

Tak hanya itu, penyelenggara turut menghadirkan program interaktif berbasis keberlanjutan, seperti Learning LabVenture Zone yang memungkinkan pengunjung melakukan uji material secara langsung, serta layanan konsultasi laboratorium bersama institusi pendidikan.

Pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan melalui Mobile Health Station, hingga area relaksasi di Wellness Corner yang menghadirkan berbagai terapi kesehatan.

Melalui rangkaian program tersebut, Lab Indonesia 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran teknologi, tetapi juga ruang pertukaran pengetahuan dan inovasi untuk mendorong praktik laboratorium yang berkelanjutan.

Dengan skala pameran mencapai 14.500 meter persegi, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam meningkatkan daya saing industri laboratorium Indonesia di tingkat regional maupun global.