LIFESTYLE
Rute Singapura-Amsterdam Makin Padat, Permintaan Terbang ke Eropa Terus Naik
Singapore Airlines (SIA) akan meningkatkan frekuensi penerbangan antara Singapura dan Amsterdam menjadi 10 kali seminggu pada periode 1 Agustus hingga 22 Oktober 2026, dari layanan penerbangan harian saat ini.
apakabar.co.id, JAKARTA - Meningkatnya minat masyarakat untuk bepergian ke Eropa kembali terlihat dari penambahan frekuensi penerbangan antara Singapura dan Amsterdam mulai Agustus hingga Oktober 2026. Penambahan jadwal ini menjadi sinyal bahwa mobilitas internasional, khususnya antara kawasan Asia-Pasifik dan Eropa, terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.
Maskapai asal negeri singa itu, Singapore Airlines (SIA) akan menambah frekuensi penerbangan menjadi 10 kali dalam sepekan pada periode 1 Agustus hingga 22 Oktober 2026. Sebelumnya, rute tersebut hanya dilayani satu kali setiap hari atau tujuh penerbangan per minggu.
Tambahan layanan ini dijadwalkan hadir setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Penerbangan dari Singapura menuju Amsterdam akan berangkat pukul 11.10 waktu setempat, sementara penerbangan dari Amsterdam menuju Singapura dijadwalkan berangkat pukul 20.35 waktu setempat di hari yang sama.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan perjalanan udara internasional, terutama untuk rute penghubung Asia dan Eropa yang kini kembali ramai setelah beberapa tahun terdampak pandemi.
Amsterdam selama ini menjadi salah satu titik penting dalam jaringan penerbangan Eropa karena berfungsi sebagai pintu masuk bagi wisatawan maupun pelaku bisnis yang ingin melanjutkan perjalanan ke berbagai kota lain di kawasan tersebut.
Senior Vice President Marketing Planning Singapore Airlines, Dai Haoyu, menjelaskan peningkatan frekuensi penerbangan dilakukan untuk mengakomodasi tingginya permintaan penumpang sekaligus memperkuat konektivitas penerbangan melalui Singapura.
Menurut dia, jalur penerbangan menuju Amsterdam memiliki potensi jangka panjang yang cukup besar, terutama karena tingginya mobilitas masyarakat dari Asia-Pasifik menuju Eropa.
“Amsterdam memiliki peran penting dalam jaringan Eropa kami yang lebih luas. Melalui hub di Singapura, para pelaku perjalanan dari Asia-Pasifik dapat terhubung lebih mudah dan lancar ke berbagai destinasi,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (26/5).
Ia juga menyebut peluang penambahan layanan masih terbuka setelah Oktober 2026 apabila permintaan perjalanan terus meningkat.
Penambahan frekuensi menuju Amsterdam menjadi bagian dari ekspansi jaringan penerbangan Eropa yang dilakukan dalam beberapa waktu terakhir. Selain Amsterdam, sejumlah kota lain di Eropa juga mengalami peningkatan layanan penerbangan.
Beberapa di antaranya meliputi penambahan layanan ke Madrid melalui Barcelona sebanyak lima kali seminggu, peningkatan layanan harian ke Manchester dan Milan, peningkatan frekuensi ke Munich menjadi 10 kali seminggu, hingga layanan dua kali sehari menuju London Gatwick.
"Pengembangan jaringan tersebut menunjukkan bahwa permintaan perjalanan lintas negara kini semakin pulih dan bahkan mulai melampaui tren sebelumnya di sejumlah rute internasional," paparnya.
Bagi penumpang, peningkatan frekuensi penerbangan memberikan lebih banyak pilihan jadwal perjalanan, terutama bagi wisatawan, pelaku bisnis, maupun masyarakat yang membutuhkan koneksi lanjutan ke berbagai negara Eropa.
Selain itu, konektivitas melalui Singapura juga dinilai semakin strategis karena negara tersebut menjadi salah satu hub penerbangan terbesar di Asia Tenggara yang menghubungkan berbagai kota di Asia dengan Eropa, Australia, dan Amerika.
Pengamat industri penerbangan menilai tren peningkatan rute internasional seperti ini dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari pulihnya sektor pariwisata global, meningkatnya perjalanan bisnis, hingga tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat pascapandemi.
Di sisi lain, kota-kota Eropa seperti Amsterdam masih menjadi destinasi favorit wisatawan Asia karena menawarkan kombinasi wisata budaya, bisnis, pendidikan, hingga akses transportasi yang terintegrasi dengan negara-negara lain di kawasan Eropa.
Tiket untuk tambahan layanan penerbangan menuju Amsterdam dijadwalkan mulai dijual pada 25 Mei 2026 melalui berbagai kanal distribusi resmi maskapai.
Dengan bertambahnya frekuensi penerbangan ini, konektivitas antara Asia dan Eropa diperkirakan akan semakin kuat, sekaligus membuka lebih banyak peluang perjalanan internasional bagi masyarakat di kedua kawasan.
Editor:
JEKSON SIMANJUNTAK
JEKSON SIMANJUNTAK