NEWS
Cerita Penyintas Km Virgo: Kapal Miring Cepat Tanpa Alarm
apakabar.co.id, JAKARTA - Detik-detik tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 mulai terungkap dari kesaksian para penyintas. Salah satunya Ahmad Saudi yang mengaku kapal mendadak miring ke kiri dengan sangat cepat tanpa didahului alarm maupun pemberitahuan kepada penumpang.
Ahmad mengatakan saat kejadian dirinya sedang beristirahat di sofa kapal ketika mendengar seorang penumpang berlari sambil memberitahukan bahwa kapal dalam kondisi miring.
“Saya tanya, kenapa pak? Lalu dijawab katanya kapal miring. Terus saya berdiri, ternyata memang miring benar. Langsung saya lari ke bawah,” kata Ahmad saat ditemui di pos pelayanan kesehatan darurat Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu malam, dikutip dari antara.
Setelah turun ke bagian bawah kapal, Ahmad berusaha mempertahankan diri dengan berpegangan pada tiang dekat jendela ketika kemiringan kapal semakin bertambah.
Menurut dia, kapal terus bergerak ke sisi kiri dalam waktu singkat hingga akhirnya hampir terbalik.
“Saya ke tiang jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring, miring, miring. Saya tetap pegangan. Habis miring saya naik ke atas, kemudian menunggu kapal sampai tenggelam,” ujarnya.
Ahmad menilai kemiringan kapal berlangsung sangat cepat dan tidak memberi banyak waktu bagi penumpang untuk menyelamatkan diri.
“Kapal miring gini, langsung miring. Miringnya itu cepat banget, karena posisinya sudah larinya ke kiri,” katanya.
Setelah kapal tenggelam, Ahmad berhasil menyelamatkan diri menggunakan perahu karet bersama sejumlah penumpang lain.
Ia mengatakan terdapat sekitar 15 orang di perahu tersebut dan seluruhnya berhasil bertahan hingga mendapatkan pertolongan.
“Yang di kapal karet itu ada 15 orang. Selamat, bisa naik ke kapal yang menolong tadi. Rata-rata laki-laki, perempuan tidak ada,” ujarnya.
Namun perjuangan mereka belum berakhir.
Selama sekitar tiga jam para penyintas harus bertahan di tengah gelombang tinggi dan angin kencang sebelum kapal penolong tiba di lokasi.
“Gelombang terasa di dalam kapal. Di kapal karet itu saja tiga jam dihantam ombak terus. Pokoknya angin, gelombangnya besar dan tinggi,” kata Ahmad.
Ia mengaku tidak mengetahui kondisi penumpang lain yang berada di dalam kamar saat kapal mulai miring.
Berdasarkan pengamatannya, sebagian besar orang yang berhasil keluar menuju area terbuka dan mencapai perahu karet adalah laki-laki, termasuk para sopir kendaraan yang ikut menyeberang.
“Masih banyak. Kayaknya banyak, soalnya yang keluar sopir-sopir saja kayaknya, orang laki-laki saja. Kalau yang di kamar-kamar itu kayaknya belum bisa keluar,” ujarnya.
Ahmad sendiri merupakan warga asal Surabaya yang kini tinggal di Banjarbaru. Saat kejadian ia sedang dalam perjalanan menuju Kalimantan sambil membawa unit bus yang baru diambil dari Surabaya.
Sementara itu, Basarnas melaporkan data sementara menunjukkan sebanyak 107 penumpang berhasil ditemukan selamat, enam orang meninggal dunia, dan sekitar 130 orang lainnya masih dalam pencarian.
Untuk mempercepat operasi pencarian di perairan Masalembo, Laut Jawa, tim SAR gabungan mengerahkan 15 armada laut dan udara yang terdiri atas 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR
