NEWS
DPR Dorong Relokasi Anggaran untuk Penanganan Dampak Gempa NTT
DPR Dorong Relokasi Anggaran untuk Penanganan Dampak Gempa NTT - DPR mendorong pemerintah mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu untuk menangani dampak gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk melakukan relokasi anggaran.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan sejumlah pimpinan dan anggota DPR akan bertolak ke NTT pada Rabu (19/8) bersama perwakilan pemerintah.
“Diinformasikan bahwa pada esok hari, pimpinan DPR telah menugaskan beberapa pimpinan dan anggota DPR beserta Menteri Keuangan dan menteri terkait lainnya untuk berangkat ke NTT, untuk kemudian memberikan bantuan-bantuan serta mendorong relokasi anggaran yang dianggap perlu,” ucapnya saat membuka rapat paripurna DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8).
DPR menyampaikan duka cita mendalam atas gempa yang melanda NTT dan daerah di sekitarnya pada Sabtu (15/6) yang menyebabkan korban luka-luka hingga meninggal dunia.
Pada Minggu (16/8), Dasco menjelaskan, DPR telah mengirimkan perwakilan ke NTT. Dalam kesempatan itu, DPR menjalankan fungsi pengawasan dengan melakukan rapat koordinasi bersama pemerintah.
Sebelumnya, Satuan Tugas Penanggulangan Pascabencana (Galapana) DPR RI meninjau wilayah terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di NTT untuk mengawal percepatan penanganan korban dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (16/8), mengatakan DPR meminta laporan mengenai kondisi terkini, langkah tanggap darurat, serta kebutuhan yang harus segera dipenuhi di daerah terdampak.
“Kita minta laporan kondisi existing, kemudian langkah taktis yang diambil pada masa tanggap darurat, kemudian juga penanganan yang harus segera cepat dilakukan,” kata dia, sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta.
Menurut Cucun, DPR akan membawa berbagai masukan dari pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait untuk menentukan langkah yang perlu dikoordinasikan dalam satu hingga dua hari ke depan.
“Yang harus kami lakukan segera dalam satu atau dua hari ini, kita akan lakukan, kita laksanakan koordinasi,” katanya.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

