NEWS

Gereja Santo Servatius Kampung Sawah: Simbol Asimilasi Betawi-Katolik Jadi Lokasi Baksos 300 Warga

apakabar.co.id, BEKASI - Gereja Santo Servatius di Kampung Sawah, Pondok Melati, Kota Bekasi, menjadi salah satu simbol kuat asimilasi budaya Betawi dan Katolik yang telah tumbuh selama lebih dari satu abad. Di tengah perkembangan kawasan perkotaan di Bekasi, gereja tersebut tetap mempertahankan identitas budaya lokal dalam kehidupan umat dan kegiatan keagamaannya.

Kepala Paroki Kampung Sawah Gereja Santo Servatius, Romo Yohanes Wartaya Winangun, mengatakan sejarah gereja itu berawal dari pembaptisan 18 warga asli Betawi Kampung Sawah menjadi Katolik pada 6 Oktober 1896.

“Itu menjadi cikal bakal umat Katolik Betawi di sini. Karena itu kami mengangkat nuansa budaya Betawi dalam kehidupan gereja,” ujar Romo Yohanes, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, budaya Betawi tidak hanya menjadi ornamen, tetapi benar-benar hidup dalam tradisi gereja dan keseharian umat. Salah satunya terlihat dari pelaksanaan misa bernuansa Betawi yang rutin digelar setiap Minggu pertama setiap bulan.

“Setiap Minggu pertama ada misa Betawi, lagu-lagunya juga lagu Betawi,” katanya.

Dalam misa tersebut, umat menggunakan bahasa Betawi, diiringi lagu-lagu khas Betawi, serta menghadirkan unsur budaya lokal lainnya. Tidak hanya itu, berbagai kegiatan gereja juga kerap menampilkan pantun, tari tradisional Betawi, hingga penggunaan pakaian adat Betawi.

Romo Yohanes mengatakan pendekatan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap akar sejarah masyarakat Kampung Sawah yang sejak awal dikenal sebagai komunitas Betawi yang terbuka dan hidup berdampingan dalam keberagaman.

“Kami ingin budaya Betawi tetap dihargai dan terus hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Nuansa budaya Betawi juga tampak dalam penyambutan tamu di lingkungan gereja. Dalam sejumlah kegiatan, petugas gereja mengenakan pakaian adat khas Betawi yang dikenal sebagai “Geridawi Bawa”. Kehadiran unsur budaya lokal itu menjadi bagian dari identitas Gereja Santo Servatius sebagai gereja umat Betawi.

Kampung Sawah sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan tingkat toleransi antarumat beragama yang kuat di Kota Bekasi. Di kawasan tersebut berdiri berdekatan Masjid Agung Al-Jauhar Yasfi, Gereja Santo Servatius, serta gereja Kristen lain yang oleh masyarakat setempat kerap disebut sebagai “segitiga emas” kerukunan.

Menurut Romo Yohanes, kehidupan masyarakat Kampung Sawah sejak dulu memang dibangun di atas semangat persaudaraan lintas agama dan budaya.

“Semoga kerukunan di Kampung Sawah ini terus dikuatkan,” katanya.

Pada peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus, Kamis siang (14/5), Gereja Santo Servatius juga menjadi lokasi kegiatan bakti sosial yang digelar Partai Demokrat bersama organisasi sayapnya, Kuda Biru Project. Kegiatan tersebut diisi dengan pembagian bantuan sembako kepada sekitar 300 warga prasejahtera dan jemaat gereja, termasuk warga Bekasi yang sebelumnya terdampak banjir.

Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat, Sigit Raditya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat persaudaraan lintas agama.

“Pada hari ini, bertepatan dengan Kenaikan Yesus Kristus, kami melaksanakan kegiatan bakti sosial dalam bentuk pemberian sembako bagi warga sekitar gereja dan juga jemaat paroki ini,” ujar Sigit.

Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan arahan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono serta mendapat restu Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Ketua Kuda Biru Project, Merry Riana, mengatakan bantuan kemanusiaan tersebut diberikan kepada masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.

“Hari ini Kuda Biru Project memberikan bantuan kemanusiaan kepada 300 warga prasejahtera. Semoga bantuan yang kami berikan sungguh-sungguh bisa bermanfaat,” ujarnya.

Merry mengaku terkesan melihat kuatnya toleransi dan kehidupan lintas agama yang masih terjaga di Kampung Sawah.

“Saya sungguh bangga karena istilah segitiga emas itu benar-benar terwujud di sini. Ada dua gereja dan satu masjid agung yang sangat berdekatan,” katanya.