NEWS
Lulusan S2 Australia, Putri Ketua NPC Senny Marbun Maju Pilkades Palur
apakabar.co.id, SOLO - Dinda Ayu Sekar Taji, putri Ketua NPC Indonesia Senny Marbun, mencalonkan diri sebagai kepala desa dalam pemilihan Kepala Desa (Kades) Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.
Perempuan berusia 31 tahun itu sebelumnya menempuh pendidikan Master of Marketing di University of Western Australia dan menyelesaikan studinya pada 2024.
Dinda yang juga berkiprah di National Paralympic Committee (NPC) Indonesia mengaku awalnya ragu ketika mendapat tawaran untuk maju sebagai calon kepala desa.
"Saya ditawari bagaimana Mbak Dinda kalau mencalonkan sebagai lurah. Awalnya saya ragu, saya tertawa. Apa ya jadi lurah itu seperti apa?" ujar Dinda.
Setelah berkonsultasi dengan para sesepuh Desa Palur, Dinda akhirnya mantap mencalonkan diri. Dukungan dari masyarakat dan tokoh desa menjadi salah satu alasan dirinya bersedia kembali ke Indonesia dan mengabdikan diri di desa.
"Saya masih 31 tahun. Setelah konsultasi dengan sesepuh Desa Palur, mereka sangat suportif dan mendukung. Katanya, ada anak muda lulusan luar negeri mau kembali ke Indonesia dan membangun desanya merupakan sesuatu yang sangat langka," katanya.
Dinda mengaku tidak akan meninggalkan dunia olahraga maupun pengabdiannya di NPC Indonesia apabila terpilih menjadi kepala desa.
"Darah saya tetap di NPC, saya tidak akan meninggalkan NPC. Saya hanya akan berbakti ke desa saya, membangun dan menyejahterakan, insyaallah kalau terpilih," ujarnya.
Dalam pencalonannya, Dinda menjadi kandidat pertama yang menyerahkan berkas pendaftaran. Ia menyebut seluruh berkas persyaratan telah disiapkan dan diserahkan ke pihak desa.
"Saya kandidat pertama yang menyerahkan pendaftaran. Untuk persiapannya alhamdulillah sejauh ini sangat baik. Saya sudah membentuk jurkam, tim sukses, dan timses juga sudah lengkap," jelasnya.
Dinda juga mengusung visi menjadikan Desa Palur sebagai desa yang maju, transparan, dan sejahtera.
Untuk mewujudkan visi tersebut, ia membawa konsep "3T", yakni transparan anggarane, tanggap pelayanane, dan tangguh ekonomine.
Salah satu program yang ditawarkan adalah membangun website resmi desa. Menurut Dinda, keberadaan website diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui dan mengawasi pengelolaan anggaran serta pekerjaan perangkat desa secara terbuka.
"Saya ingin membangun satu website. Sementara ini di Desa Palur belum ada website. Saya ingin perputaran anggaran dan pekerjaan saya bersama perangkat desa transparan. Bisa dilihat dan dikontrol semua masyarakat lewat HP secara online," katanya.
Selain transparansi anggaran, Dinda ingin mendorong pengembangan UMKM di Desa Palur. Ia juga berencana mengoptimalkan fasilitas olahraga yang ada di desa.
Gedung olahraga (GOR) desa, kata dia, akan dikembangkan agar tidak hanya digunakan untuk badminton. Dinda berencana menambah fasilitas tenis meja serta memperbaiki sirkulasi udara di dalam gedung.
"Saya juga akan memperbaiki GOR yang ada di desa. GOR itu akan saya fungsikan sebagai tempat untuk olahraga. Selama ini ada badminton, tetapi sirkulasi udaranya kurang baik dan hanya badminton saja. Nanti mungkin saya akan membelikan meja pingpong supaya banyak kegiatan," tuturnya.
Tak hanya itu, Dinda menyampaikan rencana menggunakan gajinya sebagai kepala desa untuk kegiatan sosial apabila dirinya terpilih.
Ia berencana tidak mengambil gaji tersebut dan mengumpulkannya selama tiga hingga enam bulan untuk kemudian dikembalikan dalam bentuk kegiatan sosial bagi warga kurang mampu.
"Saya tidak akan mengambil gajinya. Gaji itu akan saya simpan dalam kurun waktu tiga bulan atau sampai enam bulan. Setiap tiga atau enam bulan akan saya kembalikan dalam bentuk kegiatan sosial, memberikan sembako kepada masyarakat yang kurang mampu di desa saya," pungkasnya.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

