OTOTEKNO
Gaikindo Apresiasi Dukungan Pemerintah untuk Industri Otomotif, Dorong Insentif buat Semua Jenis Kendaraan
apakabar.co.id, JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengapresiasi komitmen pemerintah dalam menjaga pertumbuhan dan keberlangsungan industri otomotif nasional.
Apresiasi tersebut terutama ditujukan kepada Kementerian Perindustrian yang dinilai konsisten menghadirkan berbagai kebijakan pendukung bagi industri otomotif.
Gaikindo menilai pemerintah terus memberikan dukungan sejak masa pandemi Covid-19 hingga memasuki era elektrifikasi kendaraan.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumonty, mengatakan hubungan pemerintah dengan industri otomotif selama ini terjalin melalui komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan.
“Berbagai kebijakan seperti insentif fiskal, fasilitas investasi, hingga forum dialog rutin telah memberikan kepastian bagi seluruh investor otomotif di Indonesia,” ujar Anton dalam siaran resminya, Senin (29/6).
Salah satu bentuk dukungan pemerintah adalah pemberian fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS).
Selama periode Juli 2008 hingga Desember 2025, realisasi impor melalui fasilitas USDFS mencapai sekitar 8,25 juta ton dengan nilai sekitar USD 800 miliar.
Dari total 74 perusahaan pengguna fasilitas tersebut, sebanyak 57 perusahaan berasal dari sektor otomotif.
Fasilitas USDFS memberikan pembebasan bea masuk atas impor bahan baku dan komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri.
Menurut Gaikindo, kebijakan tersebut mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif nasional.
Mereka juga menilai kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) berperan penting dalam menjaga pemulihan pasar otomotif nasional.
Program tersebut dimanfaatkan oleh berbagai produsen kendaraan yang memiliki tingkat kandungan dalam negeri sesuai ketentuan pemerintah.
Beberapa merek yang memanfaatkan insentif tersebut antara lain Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi Motors, Suzuki, Nissan, dan Isuzu.
Insentif PPN DTP dinilai berhasil menjaga permintaan domestik, mempertahankan utilisasi pabrik, serta mendukung keberlangsungan lapangan kerja di sektor otomotif.
Pemerintah juga dinilai konsisten mendorong pengembangan kendaraan rendah emisi melalui program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).
Program yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021 itu mencakup kendaraan LCGC, Hybrid Electric Vehicle (HEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV).
Implementasi program LCEV disebut telah mendorong investasi baru, pengembangan kendaraan elektrifikasi, dan peningkatan penggunaan komponen lokal.
Selain melalui kebijakan, pemerintah juga rutin menggelar forum komunikasi strategis bersama pelaku industri otomotif.
Salah satu forum tersebut adalah Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting.
Anton mengatakan forum tersebut menghasilkan pembentukan Working Group on Biofuel Co-Creation Task Force sebagai langkah percepatan pengembangan biofuel di Indonesia.
“Kami juga mengapresiasi komitmen pemerintah yang terus memandang investor Jepang sebagai mitra strategis pembangunan industri otomotif nasional,” tuturnya.
Dalam lima tahun terakhir, investasi Jepang tidak hanya masuk ke sektor manufaktur kendaraan dan komponen, tetapi juga pembangunan pelabuhan Patimban di Subang serta Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) di Bekasi.
Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengatakan dukungan pemerintah terhadap investor Jepang turut menarik minat produsen otomotif asal Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia.
“Sejumlah prinsipal asal Tiongkok berharap memperoleh dukungan serupa agar dapat merealisasikan rencana investasi jangka panjang di Indonesia,” terangnya.
Gaikindo menilai hal tersebut menjadi sinyal positif bahwa Indonesia masih memiliki daya tarik tinggi sebagai basis investasi industri otomotif.
Ke depan, Gaikindo mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan stimulus yang berlaku untuk seluruh jenis kendaraan.
Usulan tersebut mencakup kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE), Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV).
Gaikindo berharap seluruh pelaku industri memperoleh dukungan yang setara agar pasar otomotif nasional dapat terus tumbuh secara berkelanjutan.
Anton menegaskan, pihaknya akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan.
Editor:
DENNY FIRMANSYAH
DENNY FIRMANSYAH