OTOTEKNO
Jangan Tunggu Rem Blong, Begini Cara Menjaga Minyak Rem Motor Tetap Optimal
apakabar.co.id, JAKARTA - Banyak pengendara motor fokus pada kampas atau cakram rem, namun sering melupakan satu komponen penting yang bekerja “di balik layar”, yaitu minyak rem.
Padahal, perannya sangat krusial dalam memastikan sistem pengereman tetap responsif dan aman digunakan setiap saat.
Melalui imbauan dari PT Wahana Makmur Sejati (WMS), pengendara diingatkan bahwa minyak rem berfungsi meneruskan tekanan dari tuas atau pedal ke sistem pengereman di roda.
Ketika tuas ditekan, minyak rem menjadi media utama yang memastikan kampas dapat menjepit cakram dengan optimal.
Technical Analyst Wahana, Wahyu Budhi, menjelaskan bahwa kualitas minyak rem bisa menurun seiring waktu.
Lebih jauh, salah satu penyebabnya adalah sifat minyak rem yang mudah menyerap uap air dari udara.
“Kondisi ini perlahan mengurangi kemampuannya dalam menghantarkan tekanan, sehingga pengereman tidak lagi sekuat dan secepat biasanya,” kata Wahyu dalam keterangan resminya dikutip Kamis (30/4).
Gejalanya sering kali muncul secara bertahap dan kerap tidak disadari.
Warna minyak rem yang berubah menjadi lebih gelap bisa menjadi tanda awal bahwa cairan sudah tercampur kotoran atau air.
Selain itu, pengendara juga bisa merasakan tarikan rem yang semakin dalam atau dikenal dengan istilah “ngempos”, di mana pengereman terasa kurang responsif dan membutuhkan usaha lebih untuk menghentikan laju kendaraan.
Jika dibiarkan, performa pengereman bisa semakin menurun.
Dalam kondisi tertentu, jarak pengereman menjadi lebih panjang dan respons rem tidak konsisten, yang tentu meningkatkan risiko saat berkendara, terutama dalam situasi darurat.
Lebih jauh lagi, kandungan air dalam minyak rem juga dapat memicu karat pada komponen sistem pengereman.
Hal ini bisa berdampak pada kerusakan yang lebih serius dan biaya perbaikan yang tidak sedikit jika tidak segera ditangani.
Karena itu, penting untuk tidak menunggu hingga gejala muncul. Penggantian minyak rem sebaiknya dilakukan secara berkala, umumnya setiap dua tahun atau setelah menempuh jarak tertentu.
Langkah ini menjadi bagian penting dari perawatan preventif untuk menjaga sistem pengereman tetap optimal.
Wahana juga menyarankan agar penggantian dilakukan di bengkel resmi AHASS, sehingga prosesnya ditangani oleh teknisi terlatih dengan standar yang sesuai.
Selain memastikan kualitas pengerjaan, pemeriksaan menyeluruh pada sistem pengereman juga bisa dilakukan untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini.
Pada akhirnya, menjaga kondisi minyak rem bukan hanya soal perawatan kendaraan, tetapi juga tentang keselamatan.
Dengan perhatian sederhana namun rutin, risiko gangguan pengereman bisa diminimalkan, sehingga setiap perjalanan tetap terasa aman dan nyaman.
Editor:
DENNY FIRMANSYAH
DENNY FIRMANSYAH