EKBIS
Menaker Ajak Anak Muda Adaptif dengan Perkembangan Teknologi
apakabar.co.id, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak generasi muda untuk adaptif dan terus meningkatkan keterampilan (skill) yang relevan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Hal ini penting agar generasi muda mampu menghadapi dunia kerja yang kian dinamis.
Ia menilai, tantangan ketenagakerjaan ke depan tidak hanya memperluas kesempatan kerja, tetapi juga membekali tenaga kerja Indonesia dengan future skills yang sesuai dengan kebutuhan industri, mulai dari wawasan dan keterampilan teknologi kecerdasan buatan (AI), hingga otomasi.
“Kepada generasi muda, stay relevant dan terus upgrade skill Anda karena dunia kerja masa depan mencari skill, not school,” kata Menaker Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Jumat (3/7).
Ia mengatakan Kemnaker mengapresiasi berbagai inisiatif, termasuk yang dilakukan industri teknologi, dalam meningkatkan kompetensi generasi muda.
Menurutnya, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci untuk menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang mampu bersaing di tengah transformasi dunia kerja.
"Kami mengapresiasi semua inisiatif yang dibangun berbagai entitas bangsa. Yang terpenting, kita sama-sama peduli dan melakukan aksi nyata untuk meningkatkan kompetensi anak bangsa,” ujarnya.
Ia menegaskan, perkembangan AI, Internet of Things (IoT), dan teknologi digital lainnya akan terus mengubah kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan harus dilakukan secara berkelanjutan agar tidak ada masyarakat yang tertinggal akibat disrupsi teknologi.
“Semangat kami di Kemnaker adalah no one left behind. Jangan sampai disrupsi AI dan otomatisasi membuat anak bangsa kehilangan kesempatan karena tidak memiliki akses untuk meningkatkan keterampilannya,” kata Yassierli.
Di sisi lain, Kemnaker juga memperkuat kerja sama dengan dunia industri dan kerja strategis.
Kemnaker melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) baru saja menandatangani Kesepahaman Bersama dengan XLSMART untuk memperkuat kolaborasi pelatihan vokasi melalui Program Future Ready.
Kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) serta Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) sebagai lokasi pelatihan, pengembangan pelatihan berbasis kebutuhan industri, penyelenggaraan pelatihan IoT, sertifikasi kompetensi, hingga fasilitasi magang, rekrutmen, dan penempatan kerja bagi peserta pelatihan.
Menaker berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada penandatanganan kesepahaman, tetapi diwujudkan melalui program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

