SPORT
Tiga Atlet Indonesia Tampil di Sanda World Cup 2026
apakabar.co.id, JAKARTA - Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) memetik hasil positif dari program pembinaan atlet nasional setelah tiga atlet sanda Indonesia terpilih tampil pada ajang bergengsi 11th Sanda World Cup 2026 di Macao, 11-16 Mei 2026.
Tiga atlet yang mendapat kesempatan tampil berdasarkan seleksi Federasi Wushu Internasional (IWUF) tersebut adalah Nasya Aulia Zahra Wahana di kelas 48 kg putri, Tharisa Dea Florentina di kelas 52 kg putri, serta Fereddy Sinaga di kelas 52 kg putra. Mereka didampingi pelatih Victor dan Laksamana Pandu Pratama.
Sekretaris Jenderal PB WI, Ngatino, menegaskan tampil di ajang World Cup bukan perkara mudah karena peserta dipilih langsung oleh IWUF berdasarkan prestasi internasional.
“Tidak gampang menjadi peserta World Cup. Mereka ditentukan IWUF berdasarkan prestasi. Alhamdulillah ada tiga atlet sanda Indonesia yang lolos. Ini menjadi kebanggaan karena mereka merupakan bagian dari hasil program pembinaan PB WI,” ujar Ngatino, Selasa (12/5/2026).
Hal senada disampaikan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Khusus Sanda PB WI, Sudarsono. Menurutnya, keikutsertaan tiga atlet tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan atlet sanda Indonesia mulai diperhitungkan di level dunia.
“Ini membuktikan atlet sanda Indonesia sudah diakui IWUF dan mulai diperhitungkan di dunia,” kata Sudarsono.
Ajang Sanda World Cup 2026 juga dinilai penting sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games Nagoya 2026. Pasalnya, Tharisa dan Fereddy sudah masuk dalam proyeksi tim nasional Indonesia untuk multievent terbesar Asia tersebut.
Tharisa sebelumnya sukses meraih medali emas SEA Games Thailand 2025 dan medali perunggu Kejuaraan Dunia Wushu 2025 di Brasil. Sementara Fereddy juga merebut medali perunggu pada Kejuaraan Dunia Wushu 2025 di Brasil.
Ngatino menilai pengalaman menghadapi atlet-atlet elite dunia di Macao akan menjadi modal berharga untuk meningkatkan kesiapan menuju Asian Games.
“World Cup ini bisa menjadi ajang uji coba menuju Asian Games Nagoya 2026. Atlet bisa melihat kekuatan lawan sekaligus menjadi bahan evaluasi agar persiapan menuju Nagoya semakin matang,” tutup Ngatino.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR
