SPORT
Samarinda dan Banjarmasin Jadi Tuan Rumah Baru MLSC 2025-2026
apakabar.co.id, JAKARTA – MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025–2026 resmi memasuki Seri 2 dengan perluasan wilayah yang semakin strategis. Untuk pertama kalinya, turnamen sepak bola putri usia dini ini menyapa Pulau Kalimantan dengan menunjuk Samarinda dan Banjarmasin sebagai kota penyelenggara.
Masuknya dua kota tersebut tak lepas dari dukungan Bayan Peduli, yang mengambil peran aktif dalam memperkuat ekosistem olahraga, khususnya sepak bola putri, di Kalimantan.
Dengan demikian, MLSC kini digelar di 12 kota di seluruh Indonesia, memperluas jangkauan pembinaan dari Jawa hingga luar pulau.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menegaskan bahwa kehadiran Samarinda dan Banjarmasin merupakan langkah strategis untuk menangkap potensi besar pesepakbola putri di Kalimantan yang selama ini belum tergarap maksimal.
“Minat sepak bola putri di Kalimantan sangat besar. Samarinda dan Banjarmasin kami pilih karena memiliki ekosistem olahraga yang hidup serta dukungan kuat dari berbagai pihak. Ini penting agar pembinaan tidak terpusat di Pulau Jawa saja,” ujar Teddy.
Ia menambahkan, kontinuitas turnamen menjadi kunci utama keberhasilan MilkLife Soccer Challenge. Sejak Seri 1 hingga kini memasuki Seri 2, jumlah peserta terus mengalami peningkatan signifikan—dari ribuan hingga puluhan ribu siswi di seluruh Indonesia.
“Kami ingin memastikan para atlet muda punya kepastian kompetisi yang berkelanjutan. Dari sinilah lahir kepercayaan orang tua, sekolah, dan SSB bahwa sepak bola putri adalah jalur pembinaan yang serius,” lanjutnya.
Bayan Peduli Perkuat Fondasi di Kalimantan
Dukungan penuh terhadap pelaksanaan MLSC di Samarinda dan Banjarmasin diberikan oleh Bayan Peduli, bagian dari komitmen CSR Bayan Group dalam pengembangan generasi muda melalui olahraga.
Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menyebut MLSC sebagai ruang strategis untuk membangun fondasi sepak bola putri sejak usia dini.
“Antusiasme peserta, keterlibatan sekolah, hingga tumbuhnya SSB putri baru menunjukkan bahwa MLSC memberikan dampak nyata. Melalui Bayan Peduli, kami ingin memastikan Kalimantan menjadi bagian penting dari peta pembinaan sepak bola putri nasional,” kata Merlin.
Ia optimistis, kehadiran MLSC di Samarinda dan Banjarmasin akan mendorong semakin banyak siswi mencintai sepak bola dan berani bermimpi menembus level tertinggi, termasuk memperkuat tim nasional Indonesia di masa depan.
Tak sekadar menghadirkan pertandingan, MLSC juga dinilai berhasil menciptakan efek berantai. Sejumlah SSB putri bermunculan, kegiatan ekstrakurikuler di sekolah bertambah, hingga terbukanya jalur pembinaan berjenjang menuju kompetisi lanjutan seperti Hydroplus Pertiwi Cup dan Hydroplus Soccer League.
Founder sekaligus Head Coach SSB None Mude, Leonardo Sedubun, menyebut MLSC sebagai titik balik pemassalan sepak bola putri.
“SSB kami awalnya hanya 20 atlet, sekarang sudah sekitar 100 atlet putri. Itu terjadi setelah MLSC. Artinya, turnamen ini benar-benar menggerakkan,” ujarnya.
Samarinda dijadwalkan menjadi tuan rumah pada 23–26 April 2026, disusul Banjarmasin pada 30 April–3 Mei 2026. Masuknya dua kota ini tak hanya memperluas peta kompetisi, tetapi juga menegaskan bahwa masa depan sepak bola putri Indonesia tumbuh dari berbagai penjuru negeri, termasuk dari tepian Mahakam dan tepian Barito.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

