EKBIS

ASDP Perkuat Layanan Antisipasi Pergerakan 5,8 Juta Pemudik

Sejumlah penumpang kapal feri dari Weda dan Patani berjalan saat tiba di Pelabuhan Penyeberangan Pulau Gebe, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (3/7/2025). Layanan penyeberangan menggunakan kapal feri milik ASDP yang melayani rute Patani-Pulau Gebe ter
Sejumlah penumpang kapal feri dari Weda dan Patani berjalan saat tiba di Pelabuhan Penyeberangan Pulau Gebe, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (3/7/2025). Layanan penyeberangan menggunakan kapal feri milik ASDP yang melayani rute Patani-Pulau Gebe ter
apakabar.co.id, JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat layanan penyeberangan nasional guna mengantisipasi pergerakan 5,8 juta pemudik, melalui optimalisasi armada, pelabuhan, dan sistem digital demi kelancaran angkutan Lebaran 2026.

"Musim mudik selalu menjadi momentum pergerakan terbesar bangsa ini. Tahun 2026, arus mobilitas diproyeksikan kembali meningkat, menuntut kesiapan infrastruktur dan layanan yang lebih adaptif," kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo sebagaimana keterangannya di Jakarta, Selasa.

Heru menyebutkan secara nasional, ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang mencapai 5,8 juta orang atau meningkat 9,4 persen dibanding periode sebelumnya. Pergerakan kendaraan diperkirakan menembus 1,4 juta unit atau naik 9,3 persen dari sebelumnya.

Dalam menyikapi hal tersebut, pihaknya memastikan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah guna menjamin kelancaran angkutan Lebaran, terutama di lintasan penyeberangan strategis Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.

Ia menegaskan kesiapan armada 28-33 kapal per hari di Merak–Bakauheni; 9-12 kapal Ciwandan–Wika Beton; 10-12 kapal BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu; serta 28-32 kapal di Ketapang–Gilimanuk.

Penguatan layanan juga dilakukan melalui penambahan dermaga express, optimalisasi Port Operation Control Center (POCC) berbasis pemantauan real time, layanan pelanggan 24 jam, penyediaan toilet portable, dan peningkatan sistem penerangan kawasan pelabuhan.

Untuk mendorong kelancaran arus mudik, ASDP siap menerapkan stimulus diskon tarif inisiasi pemerintah sebesar 100 persen untuk tarif jasa pelabuhan, setara rata-rata 21,9 persen dari total tarif penyeberangan.

Diskon berlaku di 14 pelabuhan dan 7 lintasan strategis bagi pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVA reguler, serta pejalan kaki dan golongan II express.

Kebijakan single tarif juga diberlakukan di Merak (13 Maret pukul 12.00 WIB sampai 20 Maret pukul 15.00 WIB) dan Bakauheni (23 Maret pukul 00.00 WIB sampai 29 Maret pukul 24.00 WIB) bagi golongan I hingga VIA guna memastikan distribusi layanan lebih merata.

Dengan kesiapan armada dan infrastruktur tersebut, ASDP optimistis mobilitas masyarakat tetap lancar sekaligus menjaga konektivitas logistik selama arus mudik dan balik.

Heru mengimbau masyarakat membeli tiket melalui aplikasi atau website Ferizy sejak H-60, tiba di pelabuhan sesuai jadwal tertera di tiket, serta pastikan ketika membeli tiket agar mengisi data identitas secara lengkap dan benar demi akurasi manifest serta keselamatan pelayaran.

“Seluruh kesiapan ini merupakan komitmen menghadirkan layanan Lebaran yang tertib, aman, dan terkendali,” kata Heru.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan menjelaskan pembagian pelabuhan telah disiapkan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mengurai kepadatan di Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Jangkar, Padang Bai hingga Lembar.

Strategi berbasis golongan kendaraan diterapkan agar distribusi arus penyeberangan lebih merata dan penumpukan dapat dicegah sejak awal.

Mengacu pada SKB tertanggal 5 Februari 2026, pada arus mudik 13–20 Maret 2026 lintasan Merak–Bakauheni diatur yang mana penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan IVa, Va, VIa, IVb tetap melalui Merak.

Lalu golongan I, II, III, Vb dan VIb (dua sumbu) melalui Ciwandan; sementara truk VIb (tiga sumbu), VII, VIII, IX diarahkan ke BBJ Bojonegara atau buffer zone bila terkena pembatasan operasional. Skema serupa diterapkan pada arus balik 23–29 Maret 2026 dengan penyesuaian tujuan Sumatera dan Jawa.

Di lintasan Ketapang–Gilimanuk dan Dermaga MB pada 13–29 Maret 2026, layanan diprioritaskan bagi penumpang dan kendaraan kecil. Kendaraan barang dialihkan ke Dermaga LCM dan Bulusan. Alternatif trayek Tanjung Wangi–Gilimas dan Jangkar–Lembar juga disiapkan untuk mendukung distribusi logistik menuju Nusa Tenggara Barat (NTB).

Operasional penyeberangan dihentikan sementara saat Hari Raya Nyepi di Ketapang (18 Maret pukul 17.00 sampai 20 Maret pukul 06.00 waktu setempat), Gilimanuk (19 Maret pukul 05.00 sampai 20 Maret pukul 06.00 waktu setempat), Lembar (18 Maret pukul 21.00 sampai 20 Maret pukul 01.30 waktu setempat), dan Padangbai (19 Maret pukul 04.00 sampai 20 Maret pukul 11.30 waktu setempat).

Untuk menjaga kelancaran, diterapkan delaying system melalui buffer zone di berbagai ruas tol dan non-tol menuju pelabuhan utama, serta pembatasan radius pembelian tiket: 4,71 km dari Merak; 4,24 km dari Bakauheni; 2,65 km dari Ketapang; dan 2 km dari Gilimanuk.