NEWS

Minimalisir Banjir di Kalsel, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca

Petugas gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir dengan menggunakan perahu karet di Desa Juuh, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Sabtu (27/12). Foto: ANTARA
Petugas gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir dengan menggunakan perahu karet di Desa Juuh, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Sabtu (27/12). Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA - Tingginya intensitas hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Menindaklanjuti situasi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca setelah pemprov menerbitkan status siaga darurat, termasuk beberapa kabupaten/kota seperti Balangan.

“Karena pemda di Kalsel sudah menetapkan status siaga darurat dan tanggap darurat, maka OMC menggunakan dana siap pakai. OMC ini kolaborasi BNPB dengan BMKG, Lanud, Angkasa Pura, Airnav, dan pemerintah daerah setempat,” kata Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Agus Riyanto, seperti dikutip Antara, Jumat (9/1).
Modifikasi cuaca akan dilaksanakan mulai malam hari ini hingga lima hari ke depan sesuai instruksi penugasan, serta akan dievaluasi dua kali dalam sehari pelaksanaan, atau menyesuaikan sesuai rencana operasional.

“Di posko (Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru), akan ada peta operasional yg dilayerkan dengan peta existing wilayah yang masih terjadi genangan banjir,” tuturnya.
Pada peta itu, kata dia, akan ditandai wilayah mana saja yang diupayakan agar tidak turun hujan untuk sementara waktu. Tim dilaporkan datang dari Bandara Juanda Surabaya dengan menempuh waktu perjalanan ke Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru sekitar 1,5 jam.

Agus juga mengimbau masyarakat untuk mentaati informasi atau imbauan petugas apabila ada perintah evakuasi dan tidak percaya pada berita yg belum valid kebenarannya.