EKBIS
Pekerjaan Formal Menyusut, Daya Beli Sepanjang 2026 Bakal Tertekan
apakabar.co.id, JAKARTA - Center of Economic and Law Studies (Celios) memperkirakan daya beli sepanjang 2026 akan tertekan. Situasi tersebut dipicu semakin terus menyusutnya lapangan pekerjaan formal.
Faktor lainnya, harga komoditas cenderung mengalami kenaikan menjelang Ramadan. Ia menuturkan, meskipun produksi sejumlah bahan pokok tercatat surplus, salah satunya beras, tapi suplai komoditas tersebut juga dibutuhkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini semakin masif diimplementasikan dengan anggaran yang melonjak hampir 5 kali lipat dibandingkan 2025.
“Itu akan menciptakan atau akan men-trigger (memicu) kenaikan inflasi pangan yang sebenarnya sudah mulai terasa,” kata Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira di Jakarta, dikutip Kamis (15/1).
Tekanan daya beli dan konsumsi, kata Bhima, dapat ditanggulangi dengan perlunya revisi kebijakan perpajakan yang sangat berpengaruh kepada masyarakat kelas menengah. Hal itu akan turut mendorong konsumsi domestik yang menjadi motor pertumbuhan yang efektif.
Selain itu, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga perlu dipangkas menjadi 8-9 persen untuk meningkatkan keinginan masyarakat untuk melakukan belanja.
Transmisi penurunan suku bunga juga perlu dipercepat, sehingga nasabah yang tengah mencicil pembayaran, misalnya melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maupun kredit kendaraan bermotor, bisa mendapatkan nominal cicilan yang lebih rendah.
“Selain itu juga yang perlu dilakukan adalah menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan. Jadi fiskal yang lebih agresif dengan defisit yang lebar itu sebenarnya harus dicek apakah kualitas belanjanya bisa mendorong penciptaan lapangan kerja,” katanya.
Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat pada Desember 2025, sebagaimana tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2025 yang berada pada level optimis atau lebih dari 100, yakni sebesar 123,5.
Meskipun demikian, angka tersebut turun 0,5 poin dibandingkan IKK November 2025 yang tercatat sebesar 124. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga tercatat turun tipis masing-masing dari 111,5 dan 136,6 pada November 2025 menjadi 111,4 dan 135,6 pada Desember 2025.
Sementara Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dilaporkan meningkat menjadi 106,5 dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 103,7.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

