EKBIS

Genjot Investasi, Pakar: Kepastian Regulasi hingga Kemudahan Izin

Foto ilustrasi kawasan industri. Foto: ModernCikande Industrial Estate
Foto ilustrasi kawasan industri. Foto: ModernCikande Industrial Estate
apakabar.co.id, JAKARTA - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Prof. Telisa Aulia Falianty mengungkapkan target investasi 2026 sebesar Rp2.041 triliun dapat dicapai bila ada kepastian regulasi hingga kemudahan perizinan.

Karena itu, kata Telisa, diperlukan reformasi perizinan, pengurangan praktik rent-seeking, serta penguatan tata kelola investasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya tarik Indonesia di tengah ketidakpastian global. Sebab, situasi geopolitik global dan perubahan arah kebijakan ekonomi dunia menyebabkan sikap wait and see para investor.

"Kalau perang masih terus berlanjut dan kemudian ada perubahan kepemimpinan di Amerika Serikat sendiri, di bank sentralnya, yang kemungkinan itu The Fed sendiri itu belum jelas arahnya kemana, ketidakpastian akan semakin meningkat," katanya di Jakarta, Senin (18/5).

Karena itu ia mendorong mendorong penguatan Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking dengan sinergi yang lebih luas antarkementerian dan lembaga, termasuk peningkatan kualitas pelayanan publik di pusat maupun daerah agar lebih proinvestasi.
Selain itu, ia menilai Indonesia memiliki kekuatan besar dari sisi pasar domestik dan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid. Menurutnya, investor akan semakin tertarik apabila pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata hingga ke daerah dan didukung daya beli masyarakat yang kuat.

"Bagaimana meyakinkan kepada para investor bahwa market kita itu tidak semu dengan pertumbuhan kemarin, bahwa market-nya itu betul-betul berdaya beli. Itu pasti investasi akan datang kalau ada kepercayaan terhadap hal tersebut," ujarnya.

Telisa menambahkan, pemerintah juga perlu memperkuat kredibilitas kebijakan melalui jaminan partisipasi pemerintah atau government participation guarantee dalam proyek-proyek strategis, agar risiko investasi lebih terukur dan minat investor semakin meningkat.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan investasi menjadi salah satu faktor kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik.

“Investasi memainkan peran yang sangat signifikan, berkontribusi sekitar 1,79 persen dari pertumbuhan ekonomi 5,61 persen,” kata Rosan dalam acara “Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast” di Jakarta, Jumat (8/5).

Rosan mengatakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026 dengan kontribusi investasi mencapai sekitar 31-32 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut dia, kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada pada kisaran 27-28 persen.

Ia menjelaskan konsumsi domestik masih menjadi penopang terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia, sedangkan investasi menjadi kontributor terbesar kedua.

Menurut Rosan, target investasi nasional pada 2026 ditetapkan sebesar Rp2.041,3 triliun sesuai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen dalam periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Adapun pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yang sekaligus menyerap 706.569 tenaga kerja.