NEWS
Pemkot Surakarta Sediakan 100 Beasiswa di AK-Tekstil Solo
apakabar.co.id, SOLO - Pemerintah Kota Surakarta menyediakan beasiswa pendidikan kepada 100 orang untuk berkuliah di Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta (AK-Tekstil Solo).
Menurut Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perindustrian Kota Surakarta, Reynata Milya, Pemkot Surakarta bekerja sama dengan AK-Tekstil Solo telah menyelenggarakan sosialisasi di Kampus AK-Tekstil Solo, Jawa Tengah, terkait hal tersebut.
“Pemberian beasiswa ini untuk warga Kota Surakarta khususnya penerima manfaat kategori P1 dan P2. Jadi kami ada 100 kuota untuk warga Kota Surakarta,” ungkapnya saat ditemui, Selasa, (21/04/2026).
Reynata mengatakan sebetulnya pengumuman soal pemberian beasiswa ini sudah dilakukan sejak bulan Maret, namun sampai dengan saat ini jumlah pendaftar baru sebanyak 15 orang.
“Kami koordinasi dengan Dinas Sosial, rentang usia 18-25 tahun warga Kota Solo yang kategori P1 P2 ada kurang lebih 4.000. Jadi kan masih banyak. Bukan mereka tidak minat tapi bisa jadi belum tahu. Ada poster, ada video dari pak wali kota, sudah kami sebarkan lewat medsos, namun feedback belum kelihatan progresnya,” sambungnya.
Ia berharap setelah adanya sosialisasi tersebut akan semakin banyak warga yang mengetahui terkait program dan memanfaatkan program tersebut.
“Di beasiswa ini kami menanggung biaya pendaftaran dan biaya kuliah mereka sampai dengan selesai D2, ada empat semester, perkuliahan dua tahun,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur AK-Tekstil Solo Wawan Ardi Subakdo mengatakan sosialisasi dilakukan kepada fasilitator program keluarga harapan (PKH).
“Inikan program dari mas wali (Wali Kota Surakarta Respati Ardi), ditujukan untuk masyarakat P1 P2, yang punya data dan mengerti terkait hal itu adalah fasilitator di masing-masing kecamatan atau kelurahan, kami fasilitasi agar sosialisasi ini ketemu,” jelasnya.
Lewat program tersebut, dikatakannya, Pemerintah Kota Surakarta berharap agar keterserapan warga Solo untuk kuliah dan bekerja di bidang industri tekstil makin tinggi.
“Ini yang sedang kami coba arahkan untuk melawan persepsi masyarakat, agar anak muda mau masuk ke industri, mengurangi angka pengangguran. Apalagi saat ini bidang garmen naik, Semarang sampai dengan Jawa Barat (kebutuhan tenaga kerja) naik. Asal mereka mau, kami menjanjikan mereka kepala regu,” pungkasnya.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR
