NEWS
Simulator Berkuda Rp1 Miliar Milik Polri, Warganet: Mubazir Uang Rakyat
Sejumlah warganet mempertanyakan urgensi pengadaan simulator bernilai miliaran rupiah itu.
apakabar.co.id, JAKARTA - Fasilitas simulator pelatihan berkuda milik Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah video yang memperlihatkan sejumlah unit alat tersebut beredar luas.
Kepala Divisi Humas Polri Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa simulator tersebut digunakan oleh personel Ditpolsatwa sebagai sarana latihan menunggang kuda. “Ada empat unit (simulator) untuk latihan dasar menunggang kuda,” kata Johnny di Jakarta, Selasa.
Ia merinci, satu unit simulator digunakan untuk melatih teknik dasar menunggang seperti berjalan, berlari, hingga gallop. Satu unit lainnya digunakan untuk latihan jumping atau melompati rintangan, sementara dua unit sisanya dipakai untuk simulasi balapan.
Menurut Johnny, fasilitas simulator pelatihan berkuda tersebut hanya dimiliki oleh Direktorat Satwa Korsabhara Baharkam Polri. “Fasilitas simulator pelatihan berkuda hanya ada di Direktorat Satwa Korsabhara Baharkam Polri,” ujarnya.
Ia menambahkan harga satu unit simulator berkuda mencapai sekitar Rp1 miliar. Pengadaannya berasal dari anggaran tahun 2016. “Simulasi berkuda adalah anggaran PLN TA 2016,” kata Johnny.
Video yang menampilkan fasilitas tersebut sebelumnya diunggah oleh Kasubdit Cakkal Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Gatot Aris Purbaya melalui akun Instagram pribadinya @garistrakos.official.
Dalam unggahannya, Gatot menyebut fasilitas simulator pelatihan berkuda tersebut merupakan salah satu yang terlengkap di Indonesia. “Inilah cara Ditpolsatwa mengawinkan teknologi dan tradisi demi mencetak personel yang tangguh,” tulis Gatot.
Namun unggahan itu juga memicu berbagai tanggapan dari warganet yang mempertanyakan penggunaan anggaran untuk fasilitas tersebut. “Untuk apa simulator mahal itu ada di polisi. Harusnya simulator tersebut ada di Persatuan Olahraga Kuda Seluruh Indonesia. Mubazir uang rakyat,” tulis akun @DjokoSantoso.
Sejumlah warganet lain juga mengaitkan temuan itu dengan polemik pengadaan robot anjing milik Polri yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik. “Berapa miliar lagi ini? Apa kabar robot anjing kemarin yang miliaran itu. Nyatanya di China hanya Rp100 jutaan,” tulis akun lain di kolom komentar.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

