NEWS
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Satu Warga Meninggal Dunia
Gempa Pacitan bermagnitudo 6,4 yang mengguncang wilayah Jawa Timur pada Jumat (7/2) dini hari menyebabkan satu warga meninggal dunia diduga akibat syok setelah merasakan guncangan gempa.
apakabar.co.id, JAKARTA - Gempa Pacitan bermagnitudo 6,4 yang mengguncang wilayah Jawa Timur pada Jumat (7/2) dini hari menyebabkan satu warga meninggal dunia. Korban diduga meninggal akibat syok atau kejut setelah merasakan guncangan gempa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Radite Suryo Anggono, mengatakan korban bernama Joko Santoso (53), warga Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo.
“Dampak gempa dini hari tadi, terdapat satu warga yang meninggal dunia,” kata Radite saat dikonfirmasi di Pacitan, Jumat (7/2).
Berdasarkan hasil asesmen awal petugas di lapangan, korban tidak meninggal akibat tertimpa bangunan atau reruntuhan rumah. Dugaan sementara, korban mengalami kondisi kejut setelah gempa terjadi.
Menurut Radite, saat gempa magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Pacitan, korban sempat keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Dalam kondisi tersebut, korban masih sempat berbincang dengan tetangganya di sekitar lokasi kejadian.
Namun, ketika hendak kembali masuk ke dalam rumah, korban tiba-tiba terjatuh. Warga sekitar kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit terdekat.
“Korban sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi tidak tertolong. Dugaan sementara meninggal akibat syok,” ujar Radite.
Selain menimbulkan korban jiwa, gempa Pacitan juga dilaporkan menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah. BPBD menerima laporan kerusakan rumah warga dengan tingkat kerusakan bervariasi.
Hingga Jumat (6/2) siang, petugas BPBD masih melakukan pendataan dan pemantauan dampak gempa di seluruh kecamatan di Kabupaten Pacitan. Proses ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga serta mengetahui kondisi infrastruktur pascagempa.
Gempa bumi magnitudo 6,4 tersebut terjadi pada Jumat pukul 01.06 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di koordinat 8,99 derajat Lintang Selatan dan 111,18 derajat Bujur Timur.
Pusat gempa berlokasi sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG menyebut gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi di selatan Pulau Jawa.
BPBD Pacitan mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah.
Editor:
JEKSON SIMANJUNTAK
JEKSON SIMANJUNTAK