NEWS
Sesar Adang Terus Aktif, Gempa Kembali Guncang Kalimantan
Aktivitas Sesar Adang belum mereda. Gempa tektonik bermagnitudo 3,1 kembali mengguncang wilayah Kalimantan.
apakabar.co.id, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 22.01.56 WIB dengan magnitudo M3,1. Episenter berada di koordinat 0,13 lintang utara dan 111,81 bujur timur, sekitar 92 kilometer utara Melawi, Kalimantan Barat, pada kedalaman 14 kilometer.
Dengan karakteristik tersebut, gempa dikategorikan sebagai gempa dangkal yang dipicu aktivitas Sesar Adang, struktur geologi aktif yang dalam beberapa waktu terakhir kembali menunjukkan intensitas pergerakan.
Berdasarkan peta guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, getaran dirasakan di wilayah Kayan Hilir dengan intensitas II MMI. Getaran ini cukup untuk dirasakan beberapa orang dan membuat benda ringan bergoyang.
“Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut,” demikian keterangan BMKG.
Hingga pukul 22.30 WIB, belum terdeteksi adanya gempa susulan. Namun, yang lebih mengkhawatirkan bukan pada satu kejadian, melainkan pola yang terbentuk.
Dalam sepekan terakhir, aktivitas gempa di Kalimantan menunjukkan kecenderungan berulang dengan karakter serupa, magnitudo kecil hingga menengah, dangkal, dan dipicu sesar aktif.
Pada Jumat (13/3), dua gempa bermagnitudo 2,8 terjadi dalam rentang waktu kurang dari dua jam di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Peristiwa itu terjadi hanya beberapa jam setelah gempa lebih kuat bermagnitudo 5,0 mengguncang Kayan Hilir, Sintang, yang juga dipicu oleh aktivitas Sesar Adang.
Rangkaian ini menunjukkan bahwa energi tektonik di wilayah tersebut belum sepenuhnya terlepas. Dalam beberapa pekan sebelumnya, gempa juga tercatat di Bulungan (M3,8), Kutai Timur (M2,9), hingga perairan tenggara Berau (M4,4). Mayoritas memiliki kedalaman dangkal—indikasi khas aktivitas sesar lokal.
Meski belum menimbulkan kerusakan signifikan, pola gempa dangkal yang berulang tetap perlu diwaspadai karena berpotensi menghasilkan guncangan terasa di permukaan, terutama jika terjadi di dekat permukiman.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta memastikan informasi hanya diperoleh dari kanal resmi guna menghindari disinformasi.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

