NEWS
TNBTS Lakukan Penghitungan Kerugian Akibat Karhutla Bromo
apakabar.co.id, JAKARTA - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melakukan penghitungan nilai kerugian akibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo dalam kurun beberapa waktu ke belakang.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan langkah menghitung kerugian itu melihat banyak aspek yang ada di kawasan wisata tersebut.
"Saat ini staf kami sedang menghitung karena komponennya banyak, ada kerugian lingkungan sampai dengan ekonomi," kata Rudi melalui video pernyataan yang diterima secara daring dikutip di Jakarta, Senin (17/8).
Ia menyampaikan proses penghitungan baru dilakukan karena memprioritaskan proses pemadaman api di Bromo bersama tim gabungan.
Selain itu, pihaknya juga harus melakukan identifikasi terhadap area terdampak kebakaran untuk selanjutnya dilakukan penghitungan kerugian.
"Tentunya tidak mudah untuk menghitung, kami akan hitung dan menyampaikannya," ucap dia.
Ditanya mengenai perkiraan biaya untuk proses pemadaman, Rudi menyatakan, hal tersebut masih belum diketahui karena perlu terlebih dahulu mengumpulkan informasi rinci dari setiap pihak yang terlibat di dalam upaya penanganan karhutla di Gunung Bromo.
"Karena tidak kami sendiri, tetapi ada TNI, Polri, sampai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Oleh karena itu, semua (laporan) belum disatukan sehingga besarannya belum diketahui," kata Rudi.
Sementara itu, Balai Besar TNBTS masih menutup total seluruh pintu akses wisata ke Gunung Bromo bagi wisatawan sejak Sabtu (8/8) hingga hari ini.
Pihak TNBTS pun membuka kesempatan bagi masyarakat yang telah membeli tiket wisata ke Bromo untuk mengajukan pengembalian uang tiket maupun menjadwalkan ulang waktu kunjungan.
Berdasarkan data dari Balai Besar TNBTS yang diterima hari ini, sebanyak 3.125 wisatawan nusantara sudah mengajukan pengembalian uang tiket. Sedangkan, wisatawan mancanegara yang melakukan proses itu sebanyak 320 orang.
Kemudian, terdapat 82 orang wisatawan nusantara yang mengajukan penjadwalan ulang kunjungan ke kawasan Gunung Bromo.
Dari data tersebut tidak didapati adanya wisatawan mancanegara yang mengajukan penjadwalan ulang kunjungan ke Bromo.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

