NEWS
Angin Kencang Jadi Tantangan Pemadaman Karhutla di Kawasan Gunung Bromo
apakabar.co.id, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan kepulan kabut asap tebal, angin kencang, serta medan terjal menjadi tantangan utama tim gabungan dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo dan Gunung Butak, Jawa Timur.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan melaporkan bahwa tantangan tersebut dihadapi oleh tim yang bertugas memadamkan api kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Blok Pengol, Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
"Pada Senin (14/9), tim fokus melakukan pemadaman terhadap sisa-sisa bara api di wilayah Jarak Ijo tantangan berupa kabut asap dan medan yang sulit dijangkau," kata dia di Jakarta, Senin (14/9).
Adapun pemadaman di area TNBTS melibatkan unsur BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, pihak pengelola TNBTS, serta personel Manggala Agni.
Sementara itu, hal serupa juga ditemui untuk penanganan karhutla di kawasan Gunung Butak, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, yang dilaporkan belum sepenuhnya padam sejak pertama kali terdeteksi pada Jumat (4/9) lalu.
Kebakaran di Gunung Butak tercatat telah menghanguskan lahan seluas kurang lebih 478 hektare. Hingga Minggu (13/9), tim gabungan masih memantau keberadaan empat titik api di wilayah Blitar dan satu titik api di wilayah Pujon Kidul.
Penanganan di Gunung Butak mengerahkan tim satuan tugas darat dan udara yang terdiri atas BPBD Jatim, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kota Batu, TNI/Polri, Perhutani, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga komunitas Paguyuban Ojek Gunung Butak.
BNPB, kata dia, menegaskan penanganan karhutla di kedua wilayah pegunungan tersebut akan terus dioptimalkan guna mencegah perluasan area terbakar ke pemukiman warga mapun zona konservasi.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

