LIFESTYLE

Dashcam Kini Makin Pintar, AI Bantu Pengemudi Berkendara Lebih Aman

Teknologi AI mulai masuk ke berbagai perangkat pendukung keselamatan kendaraan, termasuk kamera dasbor atau dashcam. Jika sebelumnya dashcam hanya dikenal sebagai alat perekam perjalanan, kini fungsinya berkembang menjadi asisten digital yang mampu menganalisis cara mengemudi seseorang.
Ilustrasi: Dashcam BalckVue yang telah mengadopsi teknologi AI di Elite 10-2CH. Foto: Blacvue
Ilustrasi: Dashcam BalckVue yang telah mengadopsi teknologi AI di Elite 10-2CH. Foto: Blacvue
apakabar.co.id, JAKARTA - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini tidak lagi hanya hadir di komputer, ponsel, atau aplikasi digital. Teknologi tersebut juga mulai masuk ke berbagai perangkat pendukung keselamatan kendaraan, termasuk kamera dasbor atau dashcam. Jika sebelumnya dashcam hanya dikenal sebagai alat perekam perjalanan, kini fungsinya berkembang menjadi asisten digital yang mampu menganalisis cara seseorang mengemudi.

Perkembangan tersebut diperlihatkan BlackVue dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 melalui produk Elite 10-2CH. Perangkat ini dibekali fitur AI Copilot yang terintegrasi dengan aplikasi pendukung BlackVue Fleeta, sehingga tidak hanya merekam perjalanan, tetapi juga memberikan analisis terhadap perilaku pengemudi.

Direktur Pemasaran BlackVue Indonesia, Rudy, menjelaskan bahwa teknologi terbaru itu dirancang untuk membantu pengguna memahami kebiasaan berkendara mereka secara lebih mudah.

"Kini pengguna tidak hanya dapat merekam perjalanan, tetapi juga memahami perilaku mengemudi mereka melalui analisis yang mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan keselamatan di jalan," ujar Rudy dalam keterangan resminya, Kamis (6/8).

Pernyataan tersebut menunjukkan perubahan besar dalam fungsi dashcam. Selama ini perangkat tersebut lebih banyak dimanfaatkan sebagai alat dokumentasi yang merekam kejadian di jalan. 

Rekaman itu biasanya digunakan sebagai bukti ketika terjadi kecelakaan, sengketa lalu lintas, atau tindak kriminal yang melibatkan kendaraan.

Kini, dengan dukungan AI, dashcam mampu melakukan lebih dari sekadar merekam gambar. Sistem dapat mengolah berbagai data selama perjalanan, kemudian mengubahnya menjadi informasi yang mudah dipahami oleh pengemudi.

Melalui fitur AI Copilot, pengguna dapat mengajukan berbagai pertanyaan mengenai kebiasaan berkendara mereka. Misalnya, mengapa skor keselamatan mengalami penurunan atau langkah apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas mengemudi.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, AI akan mempelajari berbagai data yang dikumpulkan selama kendaraan digunakan. Data itu meliputi pola akselerasi, cara pengereman, kecepatan kendaraan, hingga durasi perjalanan. Berdasarkan riwayat tersebut, sistem kemudian memberikan penjelasan sekaligus rekomendasi yang dapat diterapkan pengemudi agar lebih aman saat berada di jalan.

Pendekatan berbasis data ini menjadi salah satu perubahan penting dalam perkembangan teknologi otomotif. Dashcam tidak lagi hanya menjadi saksi yang merekam kejadian, tetapi juga berperan sebagai perangkat yang membantu pengemudi mengambil keputusan melalui analisis yang lebih objektif.

Kemampuan tersebut juga berpotensi memberikan manfaat bagi perusahaan yang mengelola armada kendaraan. Data yang dihasilkan AI dapat digunakan untuk mengevaluasi perilaku pengemudi, mengidentifikasi kebiasaan berkendara yang berisiko, hingga menyusun program pelatihan yang lebih tepat sasaran.

Selain meningkatkan keselamatan, analisis tersebut juga dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional. Pengemudi yang lebih disiplin dalam mengendalikan kendaraan umumnya dapat mengurangi konsumsi bahan bakar, memperpanjang usia komponen kendaraan, serta menekan risiko kecelakaan yang dapat menimbulkan kerugian.

Tidak hanya mengandalkan AI, perkembangan dashcam juga terlihat dari semakin lengkapnya fitur keselamatan yang disematkan pada perangkat terbaru. Berbagai sensor kini mampu mendeteksi pengereman mendadak, benturan, akselerasi ekstrem, maupun kendaraan yang melaju melebihi batas kecepatan.

Saat salah satu kondisi tersebut terdeteksi, sistem secara otomatis menyimpan rekaman sebelum dan sesudah kejadian. Fitur ini memastikan momen penting tetap terdokumentasi tanpa harus diaktifkan secara manual oleh pengemudi.

Kemajuan lain yang turut melengkapi perangkat dashcam modern adalah hadirnya konektivitas berbasis cloud. Teknologi ini memungkinkan pemilik kendaraan memantau kondisi mobil dari jarak jauh melalui aplikasi.

Melalui layanan tersebut, pengguna dapat menerima notifikasi secara waktu nyata apabila terjadi benturan atau aktivitas mencurigakan pada kendaraan. Rekaman video juga dapat dicadangkan secara otomatis ke penyimpanan cloud sehingga lebih aman dari risiko kehilangan data.

Selain itu, sistem cloud memungkinkan pemilik kendaraan melacak lokasi mobil secara langsung. Fitur ini dinilai bermanfaat tidak hanya bagi pengguna pribadi, tetapi juga perusahaan transportasi maupun penyedia layanan logistik yang mengoperasikan banyak kendaraan sekaligus.

Kehadiran AI pada dashcam menjadi salah satu gambaran bagaimana teknologi keselamatan otomotif terus berkembang. Fokus pengembang kini tidak lagi sekadar menghasilkan rekaman visual yang berkualitas, tetapi juga menghadirkan analisis yang dapat membantu pengguna memahami cara mereka mengemudi.

Dengan memanfaatkan data yang dikumpulkan selama perjalanan, pengemudi diharapkan mampu memperbaiki kebiasaan berkendara, mengurangi risiko kecelakaan, sekaligus meningkatkan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan. 

Perubahan ini menunjukkan bahwa dashcam perlahan bertransformasi dari alat perekam menjadi asisten berkendara berbasis kecerdasan buatan yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi pengemudi maupun pengelola armada kendaraan.