EKBIS
Banjir Picu Ribuan Wisman Australia Batal ke Bali
apakabar.co.id, JAKARTA - Ribuan wisatawan mancanegara (wisman) asal Australia dilaporkan batal berkunjung ke Bali karena banjir yang melanda Pulau Dewata tersebut.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali melaporkan masih belum menghitung kerugian akibat pembatalan tersebut. Laporan yang diterima berasal dari anggota PHRI Kabupaten Badung.
“Ini di Badung saja yang paling banyak karena sentralnya, yang batal sementara Australia saja mudah-mudahan tidak ada yang lain, kami takutnya ada travel warning dari negara tersebut itu yang kami khawatirkan,” ujarnya seperti dikutip Antara, Sabtu (28/2).
Diketahui cuaca ekstrem hujan angin hampir sepekan menyebabkan banjir di berbagai ruas jalan di Bali, dimana kondisi terparah terjadi di Denpasar dan Badung yang merupakan pusat menginapnya wisatawan mancanegara.
Dari laporan anggota PHRI Bali, di Badung Selatan saja saat puncak musim hujan kemarin terjadi banjir di lima titik daerah Legian sampai Kuta, kawasan pusat akomodasi yang ditempati wisman.
“Itu yang menyebabkan banyak pertanyaan-pertanyaan dari luar negeri yang masuk ke kami, menanyakan apa yang terjadi, sampai ada yang dievakuasi, itu yang bahaya,” katanya.
Isu banjir tersebut ternyata sampai ke negara-negara calon wisman, sehingga mereka memutuskan membatalkan kunjungan dan akhirnya merugikan Bali.
“Itu yang terjadi dan sangat merugikan, kita kehilangan potensi pendapatan baik dari pihak pengusaha, pihak hotel ada pesanan-pesanan yang batal, dan juga pemasukan kepada pemerintah berupa pajak kan hilang jadinya,” ujarnya.
Untuk itu menurut PHRI Bali butuh solusi konkret menyelesaikan persoalan banjir ini, apalagi Bali dinobatkan sebagai World’s Best Destination 2026, tidak semestinya ketika musim hujan terjadi banjir luar biasa.
Asosiasi pelaku usaha pariwisata itu menyadari pembangunan fasilitas pariwisata yang masif hingga memakan ruang hijau ikut menjadi penyebab air mudah meluap ketika intensitas hujan tinggi.
Namun, menurut Rai yang juga Ketua PHRI Badung itu normalisasi sungai bisa menjadi opsi untuk mencegah banjir.
Jika berharap wisman pindah wilayah ke Bali Utara, Timur, maupun Barat ketika banjir terjadi di Selatan menurut dia tidak mudah, yang ditakutkan justru wisman memutuskan pindah dari Bali alih-alih membuat mereka merata ke kabupaten lain.
Saat ini sendiri okupansi hotel di Bali tergolong rendah yaitu di angka 60 persen keterisian, selain karena faktor banjir dan isu lain menurutnya juga karena bulan ini belum menjadi musim kunjungan.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

