NEWS
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat hingga Ekstrem di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga ekstrem yang diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia pada Jumat (23/1).
apakabar.co.id, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga ekstrem yang diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia pada Jumat (23/1). Peringatan ini disampaikan menyusul kondisi atmosfer yang dinilai cukup aktif dan berpotensi memicu cuaca ekstrem di berbagai daerah.
Prakirawan BMKG, Alya Sausan, dalam keterangan melalui kanal YouTube BMKG, menyebutkan bahwa wilayah Banten dan DKI Jakarta berpeluang mengalami hujan lebat hingga ekstrem. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko genangan, banjir, dan gangguan aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan yang padat.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat juga diprakirakan melanda sejumlah wilayah lain, seperti Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Nusa Tenggara Timur (NTT). Masyarakat di daerah-daerah tersebut diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor dan banjir bandang.
Untuk wilayah Sumatera, cuaca bervariasi diprakirakan terjadi. Banda Aceh diprediksi cerah berawan, sementara Tanjung Pinang berawan. Kota Medan, Pekanbaru, Jambi, dan Pangkalpinang diperkirakan mengalami kondisi berawan tebal. Sementara itu, Padang berpotensi mengalami asap atau kabut. Bengkulu dan Palembang diprakirakan diguyur hujan ringan, sedangkan Bandarlampung diminta waspada terhadap hujan yang dapat disertai petir.
Di Pulau Jawa, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang terjadi di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Adapun Serang dan Yogyakarta berpotensi mengalami hujan disertai petir yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan disertai angin kencang.
Beralih ke wilayah Kalimantan, cuaca berawan diprakirakan terjadi di Pontianak dan Palangka Raya, sementara Samarinda dan Banjarmasin berawan tebal. Hujan ringan diprediksi mengguyur Tanjung Selor. Kondisi ini relatif lebih stabil, namun masyarakat tetap diminta berhati-hati terhadap perubahan cuaca yang cepat.
Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, hujan ringan diprakirakan terjadi di Denpasar dan Kupang. Sementara itu, Mataram diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas sedang. Di Pulau Sulawesi, cuaca berawan diprakirakan terjadi di Manado, sedangkan Kendari dan Gorontalo berawan tebal. Hujan ringan berpotensi terjadi di Mamuju, sementara Makassar diperkirakan mengalami udara kabur dan Palu berpotensi berasap atau berkabut.
Di kawasan Maluku, Ternate diprakirakan berawan tebal dan Ambon berpotensi hujan ringan. Sementara itu, wilayah Papua juga diprediksi mengalami cuaca yang cukup beragam. Jayapura diprakirakan berawan, Sorong berawan tebal, dan hujan ringan berpotensi terjadi di Manokwari serta Jayawijaya. Adapun Nabire dan Merauke diprakirakan diguyur hujan dengan intensitas sedang.
BMKG juga menyoroti keberadaan bibit siklon tropis 91S di Samudera Hindia selatan Sumbawa. Bibit siklon ini berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 hingga 72 jam ke depan dengan kategori potensi tinggi. Dampaknya antara lain peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot di wilayah Samudera Hindia selatan Jawa Timur hingga Pulau Sumba, Bali, NTB, NTT, serta perairan utara Pulau Madura hingga Pulau Flores.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan mengambil langkah antisipasi guna mengurangi risiko akibat cuaca ekstrem.
Editor:
JEKSON SIMANJUNTAK
JEKSON SIMANJUNTAK