OTOTEKNO

Gas Sudah Pol Tapi Motor Tetap Loyo? Bisa Jadi Komponen Ini Bermasalah

Gas Sudah Pol Tapi Motor Tetap Loyo? Bisa Jadi Komponen Ini  Bermasalah. Foto: dok. Wahana
Gas Sudah Pol Tapi Motor Tetap Loyo? Bisa Jadi Komponen Ini Bermasalah. Foto: dok. Wahana
apakabar.co.id, JAKARTA - Banyak pengendara mengira motor yang terasa loyo disebabkan oleh mesin atau bahan bakar.

Padahal, masalahnya bisa datang dari komponen kecil yang sering diabaikan, yaitu busi.

Meski ukurannya kecil, busi punya peran penting dalam proses pembakaran di dalam mesin.

Jika kondisinya mulai bermasalah, tenaga motor bisa langsung terasa turun, tarikan menjadi berat, hingga konsumsi bahan bakar lebih boros.

PT Wahana Makmur Sejati (WMS), selaku main dealer motor Honda Jakarta/Tangerang memberika. Edukasi untuk pengguna motor.

Kita diingatkan untuk lebih peka terhadap kondisi busi sebelum masalah berkembang lebih besar.

Technical Analyst WMS, Wahyu Budhi, menjelaskan bahwa busi bekerja dengan menghasilkan percikan listrik untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar.

“Ketika percikan api tidak lagi optimal, proses pembakaran ikut terganggu dan performa mesin langsung terdampak,” ucapnya dalam keterangan resmi, Kamia (7/5).

Menurutnya, salah satu gejala yang paling sering muncul adalah motor terasa sulit dinyalakan, terutama saat mesin masih dingin. 

“Selain itu, akselerasi juga biasanya terasa kurang responsif atau brebet ketika gas ditarik,” pungkasnya.

“Dalam kondisi tertentu, mesin bahkan terdengar lebih kasar dan bergetar akibat pembakaran yang tidak konsisten,” tambah Wahyu.

Tidak hanya membuat pengalaman berkendara menjadi kurang nyaman, busi yang bermasalah juga dapat memicu pemborosan bahan bakar.

Mesin membutuhkan lebih banyak bensin untuk menghasilkan tenaga yang sama karena proses pembakaran tidak berjalan sempurna.

Karena itu, pengendara sebaiknya tidak menunggu sampai motor benar-benar bermasalah.

Mengenali tanda-tanda awal menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Selain melihat performa mesin, kondisi fisik busi juga perlu diperhatikan.

Elektroda yang aus, munculnya kerak karbon, atau permukaan yang mulai berkarat menjadi sinyal bahwa busi sudah waktunya diganti.

Secara umum, penggantian busi disarankan dilakukan secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan, bahkan meski motor belum menunjukkan gejala tertentu.

Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga performa mesin tetap optimal sekaligus mempertahankan efisiensi bahan bakar.

Wahana juga mengingatkan pentingnya melakukan penggantian busi di bengkel resmi AHASS agar pengerjaan sesuai standar dan menggunakan suku cadang asli.

Dengan penanganan yang tepat, sistem pembakaran dapat kembali bekerja maksimal dan performa motor tetap terjaga.

Pada akhirnya, merawat busi bukan hanya soal menjaga tenaga motor tetap responsif, tetapi juga bagian dari perawatan rutin agar kendaraan tetap nyaman, hemat, dan andal digunakan setiap hari.