SPORT

IBL All-Star 2026 Hadirkan Format Baru, Kapten Tim Bebas Pilih Pemain

Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL), Junas Miradiarsyah. Foto: apakabar.co.id
Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL), Junas Miradiarsyah. Foto: apakabar.co.id
apakabar.co.id, JAKARTA – Indonesian Basketball League (IBL) menghadirkan inovasi baru dalam gelaran IBL All-Star 2026 dengan memperkenalkan sistem draft yang memberikan kebebasan kepada kapten tim untuk memilih langsung para pemainnya.

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, mengatakan bahwa format baru ini bertujuan menghadirkan pengalaman yang lebih menarik bagi penggemar sekaligus memberi ruang bagi pemain untuk terlibat langsung dalam pembentukan tim.

Dua pemain yang terpilih sebagai kapten adalah Yudha Saputera dan Andakara Prastawa. Keduanya mendapatkan posisi tersebut setelah meraih suara terbanyak dalam voting penggemar.


“Format baru tersebut menghadirkan dua tim yang bernama Tim Yudha dan Tim Prastawa, yang masing-masing dipimpin oleh Yudha Saputera dari Satria Muda Pertamina Bandung dan Andakara Prastawa dari Pelita Jaya Jakarta sebagai kapten hasil voting fan,” kata Junas di Jakarta, Senin (16/3) malam.

Menurutnya, hasil voting menempatkan Yudha di posisi pertama, sementara Prastawa berada di peringkat kedua. Dengan hasil tersebut, kedua pemain otomatis ditunjuk sebagai kapten dan diberi kewenangan penuh untuk menyusun komposisi timnya.

Melalui mekanisme draft, masing-masing kapten dapat memilih hingga 12 pemain, termasuk diri mereka sendiri. Tidak hanya itu, mereka juga diberikan kebebasan untuk menentukan pelatih yang akan mendampingi tim dalam pertandingan All-Star tersebut.

Junas menjelaskan, inovasi ini dibuat agar pemain memiliki peran lebih besar dalam membentuk tim yang kompetitif sekaligus menghibur.

“Ini sesuatu inovasi yang baru lagi karena kami ingin melibatkan pemain yang bersangkutan untuk menyusun timnya agar bisa menyenangkan fan. Pada akhirnya, kegiatan ini memang dibuat untuk para penggemar,” ucapnya.

Gelaran IBL All-Star 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung di Bandung Arena, Kota Bandung, pada Sabtu, 11 April 2026.

Selain pertandingan utama, IBL juga menyiapkan berbagai kegiatan hiburan yang diharapkan dapat memeriahkan acara. Di antaranya festival musik, celebrity games, serta kompetisi 3-point contest yang akan diikuti para penembak jitu terbaik di liga.

Untuk slam dunk contest, pihak penyelenggara masih melakukan seleksi pemain yang dinilai memiliki kemampuan dan kreativitas dalam melakukan dunk. IBL ingin memastikan peserta tidak hanya mampu melakukan dunk, tetapi juga mampu menyajikan aksi atraktif yang menghibur penonton.


Tak hanya itu, IBL juga menghadirkan Future Star Challenge, yakni pertandingan yang mempertemukan para pemain muda berusia di bawah 23 tahun pilihan penggemar.

Melalui ajang tersebut, liga berharap dapat memberikan panggung bagi talenta muda untuk menunjukkan kemampuan mereka sekaligus memperkenalkan wajah-wajah baru kepada publik.

“Kami ingin memberi panggung bagi pemain muda untuk menunjukkan bakatnya, kemudian bisa lebih dekat dengan fan, sehingga pencinta bola basket di Tanah Air bisa melihat muka-muka baru hari ini dan di masa depan,” ujar Junas.