SPORT
Perbanas dan UBAYA Rebut Gelar Juara Campus League Basketball 2026
apakabar.co.id, JAKARTA - Tim Putra Institut Perbanas dan Tim Putri Universitas Surabaya (UBAYA) resmi dinobatkan sebagai juara Campus League Basketball Season 1 2026 setelah tampil gemilang pada babak The Nationals yang berlangsung di UPH Basketball Court, Tangerang, Sabtu (13/6).
Perbanas memastikan gelar juara sektor putra melalui kemenangan dramatis 47-45 atas Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga dalam pertandingan yang harus ditentukan hingga babak overtime. Sementara itu, UBAYA sukses menaklukkan Soegijapranata Catholic University (SCU) dengan skor 59-51 untuk mengamankan gelar juara putri.
Keberhasilan tersebut sekaligus menandai berakhirnya perjalanan musim perdana Campus League Basketball yang selama hampir tiga bulan mempertemukan ratusan student-athlete dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebelum mencapai The Nationals, para peserta terlebih dahulu bersaing pada fase regional yang digelar di Surabaya, Yogyakarta, Samarinda, Bandung, serta Jakarta-Tangerang.
Bagi Campus League, musim pertama ini bukan sekadar mencari juara. Kompetisi yang berdiri sejak Agustus 2025 tersebut hadir untuk membangun fondasi baru olahraga mahasiswa Indonesia melalui tiga pilar utama, yakni Athleticism, Academics, dan Affinity.
CEO Campus League, Ryan Gozali, menyebut keberhasilan penyelenggaraan musim perdana menjadi bukti bahwa olahraga kampus memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ekosistem yang kuat dan berkelanjutan.
"Season 1 bukan hanya tentang mencari juara. Yang paling penting adalah membangun fondasi. Kami melihat antusiasme kampus, mahasiswa, pelatih, dan seluruh pihak yang terlibat sangat besar. Ini menjadi sinyal positif bahwa olahraga kampus Indonesia memiliki masa depan yang menjanjikan apabila dibangun secara konsisten," ujar Ryan.
Menurutnya, Campus League hadir sebagai ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk berkembang tidak hanya dari sisi prestasi olahraga, tetapi juga karakter, kepemimpinan, disiplin, serta kemampuan bekerja sama.
"Kami percaya olahraga kampus tidak hanya menghasilkan atlet. Ia membentuk individu yang siap menghadapi tantangan setelah lulus dari perguruan tinggi," tambahnya.
Partai final putri menyajikan duel sengit antara Universitas Surabaya dan Soegijapranata Catholic University. Sejak awal laga, kedua tim langsung tampil agresif dan saling menekan.
UBAYA membuka pertandingan dengan keunggulan tipis 19-18 pada kuarter pertama. Namun SCU berhasil membalikkan keadaan pada kuarter kedua setelah tampil lebih efektif dalam menyerang. Tim asal Semarang tersebut menutup babak pertama dengan keunggulan dan membuat UBAYA berada dalam tekanan.
Momentum pertandingan berubah pada kuarter ketiga. UBAYA tampil luar biasa dengan mencetak 23 poin, sekaligus merebut kembali kendali permainan. Keunggulan tersebut mampu dipertahankan hingga kuarter terakhir meski SCU terus memberikan perlawanan.
Saat buzzer berbunyi, skor 59-51 memastikan UBAYA menjadi kampus pertama yang berhasil meraih gelar juara putri dalam sejarah Campus League Basketball.
Pelatih UBAYA, Wellyanto Pribadi, mengungkapkan keberhasilan timnya lahir dari budaya kebersamaan yang terus dijaga sepanjang musim.
"Tidak ada rahasia khusus. Kami selalu menekankan bahwa tidak boleh ada pemain yang menyalahkan rekan setim saat melakukan kesalahan. Kebersamaan itu yang membuat kami tetap tenang saat tertinggal dan mampu membalikkan keadaan hingga menjadi juara," kata Wellyanto.
Jika final putri berlangsung ketat, laga putra menghadirkan drama yang bahkan lebih menegangkan. Institut Perbanas dan UKSW Salatiga saling beradu strategi dalam pertandingan yang berlangsung sengit hingga overtime.
Perbanas membuka laga dengan baik dan unggul tipis 12-10 pada kuarter pertama. Namun UKSW bangkit pada kuarter kedua dan berhasil membalikkan keadaan berkat permainan agresif mereka.
Selepas jeda, Perbanas menunjukkan karakter kuat. Pertahanan yang lebih disiplin membuat UKSW kesulitan mengembangkan permainan. Duel kemudian berlangsung semakin panas hingga kuarter keempat.
Ketika pertandingan memasuki fase penentuan, kedua tim masih belum mampu memisahkan diri sehingga laga harus berlanjut ke babak tambahan. Di momen krusial tersebut, Muhammad Haikal Malik tampil sebagai penentu kemenangan lewat tembakan dua angka yang membawa Perbanas unggul dan mengunci kemenangan 47-45.
Kemenangan ini memastikan Perbanas menjadi juara putra pertama dalam sejarah Campus League Basketball sekaligus memperoleh tiket mewakili Indonesia pada Asia University Basketball League (AUBL) 2027.
Pelatih Perbanas, Zulfahrizal, mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya yang mampu bangkit dari status nonunggulan hingga menjadi juara nasional.
"Dari peringkat ketiga regional hingga akhirnya menjadi juara nasional, ini luar biasa. Kami menunjukkan Perbanas mentality, mentalitas juara yang tidak pernah menyerah. Saya sangat bersyukur karena para pemain mampu memberikan segalanya di lapangan," ucapnya.
Sementara itu, Muhammad Haikal Malik yang terpilih sebagai MVP Campus League Basketball Season 1 2026 mengatakan keberhasilan timnya membuktikan bahwa kerja keras dan kekompakan mampu mengalahkan segala keterbatasan.
"Kami bukan tim unggulan dan tidak diperkuat pemain IBL, tetapi kami membuktikan bahwa kerja keras dan kebersamaan bisa membawa kami menjadi juara. Semua pemain step up pada saat yang tepat dan berjuang sampai akhir," ungkap Haikal.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

