EKBIS

Jahe Merah Jahira Andalan Baru Herbal Indonesia, Siap Tembus Pasar Dunia

Indonesia memiliki varietas unggulan bernama Jahira, jahe merah hasil pemuliaan nasional yang dinilai memiliki kandungan senyawa aktif lebih tinggi dan berpotensi menjadi bahan baku utama industri herbal serta farmasi Indonesia.
Petani lokal di Jawa Barat memanen tanaman jahe merah varian Jahira yang banyak dibutuhkan industri farmasi di Indonesia. Foto: CBMandala
Petani lokal di Jawa Barat memanen tanaman jahe merah varian Jahira yang banyak dibutuhkan industri farmasi di Indonesia. Foto: CBMandala
apakabar.co.id, JAKARTA – Setelah sempat menjadi salah satu tanaman herbal yang paling diburu selama pandemi COVID-19, jahe merah kembali mencuri perhatian. Kali ini, sorotan tertuju pada varietas unggulan bernama Jahira, jahe merah hasil pemuliaan nasional yang dinilai memiliki kandungan senyawa aktif lebih tinggi dan berpotensi menjadi bahan baku utama industri herbal serta farmasi Indonesia.

Di tengah meningkatnya tren gaya hidup sehat dan penggunaan bahan alami untuk menjaga kebugaran tubuh, kehadiran Jahira dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara penghasil tanaman obat berkualitas.

Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Rempah, Obat, dan Aromatik (BRMP TROA) Kementerian Pertanian, Prima Luna, menjelaskan bahwa kualitas jahe merah yang beredar di masyarakat tidak selalu sama. Menurutnya, asal benih dan jenis tanaman sangat menentukan kandungan zat aktif yang dimiliki setiap tanaman.

"Tanaman obat seperti jahe merah harus memiliki informasi lengkap mengenai asal benih dan jenisnya, karena hal ini akan memengaruhi kandungan komponen aktif hingga morfologi tanamannya," ujar Prima Luna di Jakarta, Rabu (8/7).

Varietas Zingiber officinale var. rubrum klon Jahira dikembangkan melalui proses pemuliaan tanaman untuk memenuhi standar industri modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jahira memiliki kandungan gingerol dan shogaol yang lebih tinggi dibandingkan jahe merah pada umumnya.

Kedua senyawa tersebut dikenal memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, serta berperan dalam membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan itu juga memberikan sensasi hangat yang khas sehingga kerap dimanfaatkan untuk membantu meredakan gejala masuk angin.

Prima Luna menambahkan bahwa salah satu keunggulan utama Jahira terletak pada tingginya kadar gingerol yang dimilikinya.

"Keunggulan Jahira secara spesifik terletak pada tingkat kadar gingerolnya yang sangat tinggi," katanya.

Adapun komponen aktif ini sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta memberikan efek termogenik atau rasa hangat yang konsisten. "Sehingga baik digunakan untuk membantu melegakan gejala masuk angin," paparnya.

Selain gingerol dan shogaol, Jahira juga mengandung flavonoid, paradol, serta zingerone yang bekerja secara sinergis membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa jahe merah ini memiliki aktivitas antimikroba alami yang berpotensi mendukung pengembangan produk kesehatan berbasis herbal.

Jembatan pengobatan tradisional dan sains modern
Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan hayati terbesar di dunia. Ribuan tanaman obat telah lama dimanfaatkan masyarakat secara turun-temurun. Namun, sebagian besar potensi tersebut belum sepenuhnya dikembangkan menjadi produk yang memiliki standar ilmiah dan mampu bersaing di pasar internasional.

Kehadiran Jahira dinilai menjadi salah satu contoh bagaimana kekayaan hayati lokal dapat dipadukan dengan penelitian modern. Melalui proses riset dan standarisasi, varietas ini menawarkan kualitas rimpang yang lebih konsisten sehingga lebih mudah diterima oleh industri herbal maupun farmasi.

Di tengah meningkatnya permintaan global terhadap produk kesehatan alami, keberadaan bahan baku yang memiliki kualitas seragam menjadi faktor penting untuk menghasilkan produk yang aman dan memiliki efektivitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

BRMP TROA buka peluang kolaborasi
Sebagai lembaga riset di bawah Kementerian Pertanian, BRMP TROA terus mengembangkan berbagai tanaman rempah, obat, dan aromatik Indonesia. Balai ini juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari akademisi, mahasiswa, hingga pelaku industri.

"Kami punya banyak layanan, mulai dari layanan pengujian, kunjungan ke petak pamer yang memiliki sekitar 400 jenis tanaman obat, layanan kerja sama riset, hingga layanan perakitan varietas," ujar Prima Luna.

Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk melakukan pengujian kandungan tanaman, penelitian bersama, hingga mengikuti program edukasi mengenai tanaman obat Indonesia.

BRMP TROA juga aktif mendukung dunia pendidikan melalui program magang bagi mahasiswa dan kerja sama penelitian dengan berbagai perguruan tinggi.

Hilirisasi industri herbal nasional
Pengembangan Jahira tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian, tetapi juga dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat industri farmasi nasional.

Selama ini, Indonesia masih bergantung pada bahan baku impor untuk memenuhi kebutuhan industri obat. Dengan hadirnya varietas jahe merah unggulan yang memiliki kualitas konsisten, peluang untuk menghasilkan bahan baku lokal semakin terbuka.

Melalui proses hilirisasi, Jahira dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari minuman kesehatan, suplemen, obat herbal terstandar, hingga bahan baku biofarmaka yang telah melalui uji ilmiah.

Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku luar negeri.

Prima Luna optimistis Jahira memiliki peluang besar menjadi identitas baru Indonesia di pasar herbal dunia. Menurutnya, dukungan dari sektor industri akan menjadi kunci agar inovasi tersebut dapat berkembang lebih luas.

"Kami di BRMP TROA sangat bangga jika ada perusahaan atau industri yang memanfaatkan hasil inovasi ini," ujarnya. 

Prima Luna menambahkan, "Jahira merupakan jahe merah unggul Indonesia, dan kerja sama tersebut akan menjadi langkah besar dalam mengangkat kekayaan hayati lokal ke tingkat dunia."

Selain menyasar industri kesehatan, Jahira juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan bersama sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Produk berbasis Jahira dapat diperkenalkan kepada wisatawan sebagai bagian dari budaya sehat khas Indonesia.

Prima Luna bahkan mengusulkan narasi besar untuk memperkuat citra Indonesia di mata dunia.

"Jika Korea Selatan dikenal sebagai Negeri Ginseng, Indonesia harus berani mengampanyekan slogan 'Indonesia, Rumah Jahira'," jelasnya.

Mengonsumsi produk berbasis Jahira bukan hanya soal menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap komoditas unggulan asli Indonesia agar mampu bersaing di pasar global.