EKBIS

Kemenhub Siapkan Posko Terpadu Pantau Angkutan Nataru

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah) dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (2/11/2026). Foto: Kemenhub
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah) dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (2/11/2026). Foto: Kemenhub
apakabar.co.id, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyiapkan Posko Terpadu Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 untuk memperkuat koordinasi, pemantauan, serta percepatan penanganan gangguan transportasi nasional.

Posko Terpadu Angkutan Natal dan Tahun Baru direncanakan beroperasi mulai 18 Desember 2026 hingga 6 Januari 2027 sebagai pusat koordinasi penyelenggaraan transportasi nasional selama masa libur.

"Untuk mendukung pemantauan penyelenggaraan angkutan, Kemenhub merencanakan Posko Terpadu Angkutan Nataru 2026/2027 pada 18 Desember 2026 hingga 6 Januari 2027 selama 20 hari," katanya di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Melalui posko tersebut, kata Dudy, Kementerian Perhubungan bersama seluruh pemangku kepentingan akan memantau kondisi transportasi secara terpadu untuk mendeteksi potensi gangguan sejak tahap awal.

Sistem koordinasi terpadu diharapkan mempercepat pengambilan keputusan ketika terjadi perubahan kondisi operasional sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal selama periode Natal dan Tahun Baru.

Posko juga menjadi sarana memperkuat komunikasi antarlembaga dalam penanganan kepadatan penumpang, gangguan cuaca, maupun kondisi darurat yang memerlukan respons lintas sektor.

"Posko ini akan menjadi sarana koordinasi dan pemantauan kondisi transportasi secara terpadu bersama stakeholder, sehingga potensi gangguan dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat," ujarnya.

Dudy meminta seluruh operator mendukung pelaksanaan posko dengan menyampaikan informasi operasional secara cepat, akurat, dan berkelanjutan sepanjang penyelenggaraan angkutan libur akhir tahun.

Kementerian Perhubungan akan melakukan evaluasi harian melalui posko untuk memastikan setiap perkembangan lapangan segera ditindaklanjuti sesuai kebutuhan operasional transportasi nasional.
Koordinasi terpadu tersebut diharapkan mampu meminimalkan dampak gangguan perjalanan sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat pada masa libur Natal dan Tahun Baru.

Dudy menegaskan keberhasilan penyelenggaraan Natal dan Tahun Baru ditentukan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan tugas serta menyelesaikan setiap kendala secara cepat dan terukur.

Pemerintah menargetkan Posko Terpadu menjadi instrumen utama pengawasan operasional sehingga penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru 2026/2027 berlangsung lancar dengan pelayanan transportasi yang semakin berkualitas.

"Keberhasilan Nataru, kita ukur dari keselamatan masyarakat dan mutu pelayanan yang masyarakat rasakan sejak berangkat hingga kembali ke rumah. Di balik setiap tiket terdapat seseorang yang ditunggu keluarganya. Itulah tanggung jawab yang kita emban bersama," tuturnya.